Asisten Pemerintahan Setdaprovsu Drs. Jumsadi Damanik, SH, M.Hum (foto depan dua dari kiri) saat foto bersama narasumber dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI yang diselenggarakan di Diamond Room, Swissbell Hotel lt 2, Medan, Rabu (7/3). Acara yang mengambil tema "Akselerasi Transformasi Ekonomi Berbasis Industri Manufaktur Guna Meningkatkan Kemandirian dan Daya Saing dalam rangka Ketahanan Nasional" menghadirkan beberapa narasumber yang diantaranya adalah Direktur Utama Kawasan Industri Medan (KIM), Trisilo Ari Setyawan (foto depan paling kiri), Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batubara (foto depan paling kanan), dan yang bertidak sebagai Moderator adalah Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Geografi Lemhannas RI, Mayjen TNI A.Hafil Fuddin, SH, SIP, MH (foto depan tiga dari kanan).

Medan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir Tengku Erry Nuradi MSi yang diwakili Asisten Pemerintahan Setdaprovsu Drs Djumsadi Damanik membuka acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Deputi Pengkajian Strategik Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) hari ini (7/3) di Hotel Grand Swissbell Medan. FGD tersebut mengangkat topik “Akselerasi transformasi ekonomi berbasis industri manufaktur guna meningkatkan kemandirian dan daya saing dalam rangka ketahanan nasional”.

Dalam sambutan yang dibacakan Asisten Pemerintahan Jumsadi Damanik, Gubsu Erry Nuradi sangat mengapresiasi Lemhanas RI atas inisiatif dan terlaksananya FGD ini di Provinsi Sumatera Utara (Provsu). Lebih lanjut, Jumsadi Damanik memaparkan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemprovsu untuk mengoptimalkan pertumbuhan industri manufaktur di wilayah negeri berbilang kaum ini.

Mulai dari penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Sumut tahun 2017-2037, mendorong perubahan iklim investasi sumut, mempercepat realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN), mengeluarkan kebijakan peningkatan daya saing industri, pengembangan pusat-pusat pertumbuhan industri baru, peningkatan produktivitas dan daya saing produk UKM dan unggulan daerah serta pengembangan kawasan industri ekonomi khusus.

“Suatu negara dikatakan sebagai negara yang maju, apabila industrinya tangguh. Melalui FGD ini, semoga tercipta masukan-masukan yang konstruktif dalam upaya mewujudkan industri manufaktur Provsu yang maju dan bersaing,” pungkas Asisten Pemerintahan Jumsadi Damanik dalam sambutannya.

Pidato Gubernur Sumatera Utara yang berjudul “Sinergi Kebijakan Dalam Pengembangan Industri Manufaktur” yang dalam hal ini dibacakan oleh Assisten Pemerintahan Setdaprovsu, Drs. Jumsadi Damanik, SH, M.Hum, Rabu (7/3). Acara yang dilaksanakan oleh Lemhannas RI ini mengambil Tema “Akselerasi Transformasi Ekonomi Berbasis Industri Manufaktur guna Meningkatkan Kemandirian dan Daya Saing dalam rangka Ketahanan Nasional”.

Rangkaian acara FGD dimulai dengan pemaparan materi dan kajian terlebih dahulu oleh lima narasumber yang dimoderatori oleh Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Geografi Lemhanas RI Mayjen TNI A Hafil Fuddin SH SIP MH. Adapun kelima narasumbernya ialah Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Ekonomi Lemhanas RI Prof Dr Miyasto SU, Kepala Bappeda Provsu Ir H Irman MSi, Ketua KADIN Sumut Ivan Iskandar Batubara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ir H Alwin MSi, dan Direktur Utama PT. Kawasan Industri Medan Trisilo Ari Setyawan.

Selanjutnya diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan kepada keempat pembahas, yakni Sekretaris DPD APINDO Sumut Laksamana Adiyaksa, Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (DPD HIPMIKINDO) Sumut Dr Syahril Efendi SSi MIT, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU Prof Dr Ramli SE MS, dan Tenaga Ahli Profesional Bidang Ekonomi dan Strategi Lemhanas RI Dr Panutan Sakti S SE MT Akt.

FGD berlangsung sangat intens dan menarik. Hal ini tampak dari antusiasme para peserta yang hadir saat memberikan pertanyaan, masukan, maupun kritik.

Acara kemudian ditutup oleh Deputi Pengkajian Strategik Lemhanas RI Prof Dr Ir Djagal Wiseso Marseno M.Agr dengan mengucapkan terima kasih hadirin yang datang dari berbagai latar belakang. Diantaranya stakeholder, akademisi, birokrat, pebisnis, pemerintah dan komunitas. Hasil FGD akan dikaji lebih dalam di Lemhanas RI dan disusun dalam bentuk rekomendasi kebijakan kepada pemerintah supaya nanti bisa diimplementasikan di Sumut.

Assisten Pemerintahan Setdaprovsu Drs. Jumsadi Damanik, SH, M.Hum (dua dari kiri) yang didampingi oleh Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M. Agr (paling kiri) saat menghadiri Focus Group Discussion yang mengambil Tema “Akselerasi Transformasi Ekonomi Berbasis Industri Manufaktur guna Meningkatkan Kemandirian dan Daya Saing dalam Rangka Ketahanan Nasional”, Rabu (7/3). Acara yang dilaksanakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI ini diselenggarakan di Diamond Room, Swissbell Hotel lt 2, Medan.