Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi menerima kunjungan Konsulat Jenderal Singapura untuk Kota Medan Richard Grosse di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (23/7/2018). humaspemprovsu

MEDAN – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi mengharapkan kerja sama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dan Pemerintah Singapura yang telah terjalin selama 50 tahun dapat terus berlanjut dan ditingkatkan lagi. Apalagi, Pemprovsu dan Pemerintah Singapura memang saling membutuhkan.

“Jadi Pemprovsu dan Singapura memang saling membutuhkan. Banyak hal atau program yang bisa kita kerjakan bersama. Ini semata untuk masyarakat antar kedua negara, khususnya Sumatera Utara,” ujar Sekdaprovsu Sabrina ketika menerima kunjungan Konsulat Jenderal Singapura untuk Kota Medan Richard Grosse di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (23/7).

Kerjasama tersebut telah dilakukan dalam berbagai bidang. Untuk masyarakat Singapura, Pemprovsu telah mengekspor sayuran ke negara tersebut. Pemprovsu juga banyak mengekspor komoditas lain melalui negara Singapura. “Ini merupakan indikator yang bagus dalam suatu kerjasama antar negara, tapi ini bukan hanya kerjasama antar negara, melainkan pemerintah pusat dengan provinsi,” kata Sabrina.

Dalam kesempatan tersebut, Sabrina mengharapkan berbagai kerjasama di berbagai bidang terus ditingkatkan atau dimulai. Misalnya kerjasama dalam bidang pelatihan untuk masyarakat maupun aparatur sipil negara di Sumut. “Mungkin kali ini kita bisa membuat pelatihan spesial karena Singapura punya standar pelatihan yang bagus,” ujarnya.

Dalam bidang pendidikan, Sabrina mengharapkan pertukaran pelajar antara Singapura dan Pemprovsu. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dan pengalaman pelajar yang dikirim ke Singapura.

Selain itu, juga diusulkan kerjasama dalam bidang lingkungan, yakni membuat kampanye mengurangi penggunaan plastik. Karena plastik adalah benda yang tidak bisa diurai. “Kampanye ini meski nantinya dibuat dalam bentuk proyek kecil sekalipun bisa memiliki dampak yang besar,” kata Sabrina.

Menanggapi hal tersebut, Konsulat Jenderal Singapura untuk Kota Medan Richard Grosse, mengatakan, usulan tentang pertukaran pelajar sangat bagus dan harus dilakukan. Karena, pertukaran tersebut bisa membuka pikiran para pelajar. Dari pertukaran tersebut, pelajar bisa mengetahui bahwa Sumatera itu beragam, khususnya Sumatera Utara.

“Pertukaran pelajar, selain bisa menambah ilmu bahasa, juga bisa menambah pengalaman dan membuka pikiran pelajar yang dikirim ke suatu tempat, karena banyak hal yang harus dilihat langsung ketimbang hanya sekadar tahu dari media,” ujarnya.

Richard berharap dengan kunjungan perkenalan ini bisa meningkatkan kerjasama-kerjasama lainnya di masa mendatang. “Semoga dengan kunjungan ini bisa memberikan kesan yang baik kepada Pemprovsu,” kata Richard, yang juga pernah menjadi Konsulat Jenderal untuk negara Oman.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ibnu S Hutomo, dan Kabag Hubungan Pengembangan Daerah Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Setdaprovsu Damar Wulan.**