Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi saat menerima perwakilan USAID IUWASH Plus Sumut, Senin (3/9/2018) di ruang kerjanya, lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan. humaspemprovsu

MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mendukung program USAID di Sumut. Terutama program di bidang peningkatan akses air minum dan pengolahan limbah di daerah ini.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi saat menerima perwakilan USAID IUWASH Plus Sumut, Senin (3/9) di ruang kerjanya, lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan.

“Pemprovsu akan menfasilitasi program USAID dengan Pemkab/Pemko dalam pemberian bantuan akses air minum dan pengelolahan limbah, dan ini diharapkan bisa berjalan maksimal. Sebab program USAID ini juga digandeng oleh dana APBN yang sifatnya pelayanan dasar untuk masyarakat,”paparnya.

Untuk akses air bersih ini, kata Sabrina, biasanya bekerjasama dengan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) setempat, hingga seluruh masyarakat mendapatkan akses air minum dan pelayanan sanitasi yang sangat dibutuhkan, baik masyarakat perkotaan hingga diperdesaan.

Begitu juga dengan pengelolaan limbah. Menurut Sabrina, pihak USAID berkerjasama dengan lembaga swasta (LSM) dan pemerintah, untuk mengatasi persoalan limbah masyarakat hingga perusahaan. “Biasanya program penanganan limbah tidak hanya di tingkat diskusi, melainkan langsung ke lapangan, meninjau langsung pembuatan hingga alur dari air limbah,”jelasnya.

Hal tersebut dibenarkan Regional Manager USAID IUWASH PLUS Sumut Mohamad Yagi, yang hadir didampingi Governance Specialist Zulfa Ermiza. Menurutnya, peningkatan pelayanan air minum sangat penting, sebab hingga saat ini Sumatra Utara telah mempunyai 18 PDAM di tingkat kabupaten/kota.

“Khusus di 5 wilayah pelayanan perpipaan (PDAM) yang menjadi pendampingan USAID IUWASH PLUS, Kota Pematangsiantar dan Kota Sibolga telah mencapai akses pelayanan air minum tertinggi dan diikuti oleh Kota Medan, Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Deli Serdang. Dari 800.000 penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan Deli Serdang, jumlah pelanggan air minum baru mencapai 28.000 kepala keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Yagi juga mengapresiasi program peningkatan pelayanan air minum terbesar di Sumatera Utara, yaitu rencana Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Medan, Binjai dan Deli Serdang (Mebidang) dengan kapasitas produksi maksimum 2.200 liter per detik. Dengan tambahan kapasitas ini, diperkirakan hampir 176.000 kepala keluarga akan mendapatkan pelayanan air minum, yang akan meningkatkan akses pelayanan air minum di daerah ini secara signifikan.

Terkait pengelolaan limbah, menurut Yagi, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala komunal (50-75 Rumah Tangga/RT) telah dibangun di 5 kabupaten/kota dampingan USAID IUWASH PLUS (Kabupaten Deli Serdang, Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kota Pematangsiantar, Kota Sibolga) dan IPAL skala kawasan (300 – 400 RT) akan dibangun di Deli Serdang TA 2017.**