Kepala Biro Sosial dan Kesejahteraan Setdaprovsu M. Yusuf didampingi Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus memberikan Keterangan pers kepada awak media, Selasa 22 Agustus 2017.

MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) saat ini tengah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional tahun 2018. Persiapan dilakukan secara bersama dengan seluruh SKPD yang ada di jajaran Pemprovsu.

“Pak Gubsu sudah menginstruksikan kepada kita agar menjadi tuan rumah yang ramah dibarengi dengan pelaksanaan MTQN yang baik dan prestasi yang baik juga,” ujar Kepala Biro Binsos dan Kesejahteraan Setdaprovsu, M Yusuf didampingi Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Provsu, Ilyas Sitorus saat menggelar konferensi pers kepada wartawan di kantor Gubsu, Selasa (22/8).

Dijelaskan Yusuf lebih lanjut, tahapan persiapannya sudah sampai pada desain pembuatan mimbar di Gedung Serbaguna yang berada di Jalan Willem Iskander Medan. “Itu sedang kita siapkan desainnya. Semua adat dari beragam suku di Sumut ini kita tampilkan. Meskipun yang paling menonjol desainnya yakni adat Melayu dan Karo,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, Sumut terakhir kali menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 50 tahun lalu. Oleh karenanya, pelaksanaan MTQN tahun 2018 mendatang diharapkan dapat sukses dan berjalan dengan baik.

“Jadi untuk menuju ke situ, semua persiapan kita lakukan. Sudah kita bentuk tim panitianya, anggaran dari masing-masing SKPD. Misalnya Dinas PU dan Tarukim menganggarkan pembuatan mimbar. Begitu juga dengan SKPD lain,” sebutnya.

Bukan hanya itu, masing-masing SKPD juga diperintahkan untuk memfasilitasi kontingen di setiap provinsi. Misalnya Bappeda memfasilitasi kontingen dari Banten, Dinas Tarukim memfasilitas kontingen dari DKI Jakarta. Fasilitas ini harus disediakan mulai dari penjemputan kedatangan peserta, penginapan sampai dengan kendaraan untuk gubernurnya hingga konsumsi dan cenderamata,” katanya sembari menyebutkan seperti Biro Umum juga nantinya akan mempersiapkan makan malam bersama Gubsu atau masa ta’aruf sehari sebelum MTQN digelar.

Selain itu, dikatakan Yusuf juga, ada enam kabupaten/kota di Sumut yang nantinya menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan yakni Medan, Deliserdang, Tebingtinggi, Kisaran, Batubara, dan Langkat. “Dan sudah kita rapatkan rencana yang membuka kegiatan ini yakni Presiden RI Joko Widodo. Sementara penutupan rencananya ditutup oleh Wakil Presiden RI, Yusuf Kala,” katanya.

Disinggung soal anggaran untuk perhelatan akbar ini, Yusuf mengatakan untuk pembuatan mimbar dialokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar, sedangkan untuk finishingnya nanti akan dialokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar. Jadi akan disiapkan anggaran sebesar Rp45 miliar.

“Penganggarannya ada dua tahap. Tahun 2017 ini sudah kita anggarkan Rp25 miliar. Sementara di tahun 2018 yakni tahap finishing nanti kembali lagi kita anggarkan Rp20 miliar. Total untuk pelaksanaan MTQ tahun depan kita anggarkan Rp45 miliar. Sementara SKPD lainnya juga akan mengalokasikan anggaran, sehingga anggaran tidak bertumpuk pada satu SKPD,” sebut Yusuf.

Untuk pelaksanaannya, ditargetkan akan digelar Oktober 2018. Hal ini setelah pelaksanaan Pilgub dilakukan. “Biasanya MTQ itu bulan Juli digelar. Tapi tahun depan sepertinya berat kita laksanakan Juli. Kemungkinan Oktober,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Provsu, Ilyas Sitorus mengatakan, sebagai fungsi Biro humas, pihaknya akan berupaya untuk memfasilitasi dengan baik setiap Biro maupun Dinas dan Badan untuk memberikan informasi, sehingga masyarakat secara umum dapat mengetahui program apa saja yang telah dikerjakan oleh instansi di jajaran Pemprovsu.

“Ini pertemuan penting, selama ini banyak kegiatan yang dilakukan tapi belum terpublikasi, mudah-mudahan dengan pertemuan ini kita bisa saling sharring. Sehingga program dan kegiatan dapat diketahui masyarakat terutama persiapan menjadi tuan rumah MTQN,” terang Ilyas.