Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sumatera Utara, Dr. Drs. M. Ismael P. Sinaga, M. Si membuka acara Bimbingan Teknis Pengelolaan Administrasi Kependidikan Bagi Aparat Kabupaten / Kota Bidang Pencatatan Sipil se-Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provsu di Le Polonia Hotel & Convention Medan, Rabu malam (26/9/2018). (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu)

MEDAN – Penyelenggara Pelayanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) harus terus berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman. Cara – cara tradisional seperti pencatatan manual diharapkan mulai beralih pada pemanfaatan teknologi digital yang sudah berkembang pesat saat ini.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Dukcapil Pemprov Sumut Ismael Parenus Sinaga saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Administrasi Kependudukan Bagi Aparat Kabupaten Kota Bidang Pencatatan Sipil se-Sumatera Utara (Sumut), di Ballroom Diponegoro Le Polonia Hotel & Convention Medan, Rabu malam (26/9).

Ismael mangakui, tidak mudah untuk melakukan perubahan terhadap cara-cara lama yang telah biasa dilakukan. Tetapi, perekaman pendudukan saat ini membutuhkan kecepatan dan ketepatan dimana teknologi digital mampu mendukung aktivitas tersebut.

“Mungkin bisa kita buat nanti ada yang khusus standby di rumah sakit, setiap ada yang lahir laporkan lewat handphone, cepat informasinya. Tapi itu sederhananya, mungkin kalau ada sistem digitalisasi yang lebih baik, ide bapak/ibu bisa kita kembangkan,” ujarnya.

Selain itu, Ismael juga mengingatkan bahwa saat ini penyelenggara pelayanan dukcapil juga butuh pendekatan sosialisasi yang lebih kreatif terhadap masyarakat. Untuk itulah, Ismael memandang perlu Bimtek ini diadakan. Untuk mengembangkan wawasan dan keahlian para penyelenggara pelayanan disdukcapil.

“Selain menambah wawasan, Bimtek ini juga perlu untuk kita sebagai momen untuk sambung rasa antara provinsi dan kabupaten/kota. Menyatukan dan menyelaraskan tujuan, ego sektoral harus kita buang jauh-jauh demi penyempurnaan adminisrasi kependudukan yang lebih baik, menuju gerakan Indonesia sadar administrasi kependudukan,” tutur Ismael.

Lebih lanjut, Ismael juga mengingatkan para peserta Disdukcapil kabupaten/kota se-Sumut agar menjunjung transparansi dan integritas dalam bekerja. “Beberapa waktu yang lalu, jajaran Disdukcapil se-Indonesia dikejutkan dengan pemberitaan aparat Dukcapil yang terciduk pungli. Lain kali kita undang juga dari Saber Pungli hadir di Bimtek, untuk antisipasi kejadian seperti itu tidak terjadi di Sumut,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Bidang Fasilitasisasi Pencatatan Sipil Eko Irawan menyampaikan bahwa hal yang mendasari dilaksanakannya Bimtek ini adalah untuk mensinergikan pelaksanaan tugas-tugas kabupaten/kota sebagai penyelenggara administrasi kependudukan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan serta pencapaian cakupan dokumen kependudukan Indonesia.

“Kemudian, Bimtek ini juga bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan guna membuka wawasan pengalaman tentang administrasi pendudukan khususnya pada bidang catatan sipil agar lebih baik dan profesional, mampu, dan handal dalam memberikan pelayanan keadministrasian penduduk kepada masyarakat,” paparnya.

Bimtek Pengelolaan Administrasi Kependudukan Bagi Aparat Kabupaten/Kota Bidang Pencatatan Sipil se-Sumut berlangsung selama tiga hari, yakni 26 – 28 September 2018. Peserta sebanyak 66 orang, yang terdiri dari 1 orang kepala bidang 1 orang kepala seksi yang menangani catatan sipil pada masing-masing Disdukcapil kabupaten/kota.**