MEDAN – Penanaman perdana Program Peremajaan Kelapa Sawit seluas 157 hektar di Kabupaten Labuanbatu Selatan (Labusel) dijadwalkan 12 Desember 2018. Program ini diharapkan dapat mengangkat harkat dan martabat petani pekebun di Sumatera Utara (Sumut), khususnya di Labusel.

“Ini program strategis mengangkat harkat dan martabat petani pekebun rakyat. Insya Allah saya hadir. Saya minta perusahaan perkebunan besar membantu,” ujar Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah ketika menerima audiensi pimpinan PT Asian Agri, di ruang kerjanya Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (3/12).

Wagubsu menjelaskan, program peremajaan kelapa sawit milik petani pekebun rakyat swadaya ini dibiayai oleh Badan Pengelola Perkebunan Kelapa Sawit (BPPKS) di bawah Kementerian Keuangan sebesar Rp 25 juta per hektar, dananya ditransfer langsung ke rekening petani.

“Tujuan program ini salah satunya adalah untuk peremajaan kelapa sawit pekebun mandiri dalam rangka peningkatan kualitas dan perbaikan tanaman kelapa sawit petani rakyat,” jelas Wagubsu yang didampingi Kadis Perkebunan Sumut Herawati dan Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus.

Tahun 2017 Provinsi Sumut, kata Musa Rajekshah, telah memprogramkan peremajaan kelapa sawit rakyat sekitar 1000 hektar. Untuk membantu pengelolaan teknis di lapangan dihunjuk mitra kerja. Untuk Kabupaten Labusel tahun 2017 ada mitra kerja yaitu PT Asian Agri dan PT Nubika.

BACA JUGA  Wagubsu Resmikan Menara Masjid Husnul Hidayah Tanjung Gusta

Untuk tahun 2018 di Sumut sedang diproses program peremajaan tanaman kelapa sawit pekebun mandiri sekira 3600 ha. Saat ini sedang menunggu proses verifikasi perkebunan ralyatnya. Program dimaksud menyebar di delapan kabupaten di Sumut yaitu Kabupaten Langkat, Palas, Sergai, Labihanbatu, Labura, Labusel, Simalungun dan Batubara.

Sementara itu, Head Common Services Asian Agri Hadi Susanto didampingi Kepala Kemitraan Pengarapen Guru Singa menyampaikan, pihaknya telah komit membantu para pekebun swadaya ini nanti dalam bimbingan teknis pengelolaan perkebunan sawit pasca peremajaan.

Disampaikan juga, ada sejumlah program yang telah mereka rencanakan dalam kemitraan dengan pekebun rakyat swadaya ini. Asian Agri akan terus bermitra dengan pemerintah, intinya meningkatkan eksistensi pekebun rakyat, secara teknis persawitan modern maupun peningkatan akses ekonomi.

Dijelaskannya, penanaman perdana peremajaan 157 ha pekebun rakyat mandiri ini melibatkan 45 petani sawit rakyat yang akan difokuskan di Desa Parlabian Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labusel. Ke-45 petani swadaya pemilik kebun rakyat dimaksud memiliki lahan masing-masing antara 1 sampai 4 hektar di bawah naungan Koperasi Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera yang menjadi mitra kerja Asian Agri Group.**