Perguruan Tinggi Perlu Berikan Masukan Untuk Pembangunan (4)
Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung menghadiri Lustrum XI Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) Seminar Nasional Teknik Mesin di Gran Dhika Hotel Medan, Kamis 23/11 (Biro Humas dan Kerotokolan Setdaprov Sumut/ Khairul Hifzi)

MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Dr. Nurhajizah Marpaung mengharapkan Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Sumut dapat menggelar seminar nasional dan internasional dalam setiap tahun. Dengan begitu, maka setiap hasil-hasil penelitian dan program yang dihasilkan nantinya dapat disosialisasikan dan bisa memberikan saran dan masukan untuk mendorong percepatan pembangunan Sumut.

Hal itu diungkapkan Wagubsu dalam Seminar Nasional Teknik Mesin, Lustrum XI Teknik Mesin USU (1962-2017) yang digelar di Hotel Grandika, Kamis (23/11).

Hadir dalam kesempatan itu, Rektor USU, Prof. Dr, Runtung, SH, MHum, Anggota DPR RI, Nurdin Tampubolon, Dekan Fakultas Teknik USU, Ir. Seri Maulina,MSi,PhD, President Director PT Pertamina, Ir. Jamsaton, Ketua Departeman Teknik Mesin Fakultas Teknik USU, Dr. Ir. M. Sabri, MT. IPM, Ketua Ikatan Alumni Teknik Mesin USU, Delviandri, Kepala Bappeda Sumut, Irman, serta sejumlah dosen dan mahasiswa Teknik Mesin USU.

Nurhajizah mengapresiasi seminar yang diprakarsai Ikatan Alumni Teknik Mesin USU. Seminar ini menurutnya merupakan hal yang membanggakan dan menjadi siklus kegiatan setiap lima tahun (lustrum). Namun, alangkah lebih baik kalau kegiatan seperti ini dapat digelar setiap tahun.

“Kami mengharapkan setiap tahun perguruan tinggi dapat menggelar seminar baik nasional maupun internasional. Sebab, kami sangat mengharapkan saran dan masukan dari hasil penelitian dan program untuk mendorong percepatan pembangunan Sumut. Hal ini dikarenakan Pemprovsu tidak bisa berjalan sendiri sehingga membutuhkan dukungan terutama dari perguruan tinggi,” ujar Nurhajizah sembari mengatakan Pemprovsu membutuhkan ide juga pendapat untuk membangun Sumut secara cepat dan tepat.

Nurhajizah meyakini, kalau di Sumut semua stakeholder bersama pemerintah berjalan dengan solid, saling bekerjasama dan sama-sama bekerja, tentunya tidak perlu dikhawatirkan provinsi Sumut akan dapat menyamai provinsi lainnya yang pembangunannya sudah berkembang pesat.

Dalam kesempatan itu, Nurhajizah juga menyampaikan kondisi makro ekonomi dan social Sumut, yang diawali dengan pertumbuhan ekonomi Sumut sejak tahun 2013 hingga tahun 2014 memang mengalami hal-hal yang kurang stabil. Namun dari tahun 2015-2017, pertumbuhan ekonomi Sumut berada di atas pencapaian nasional.

“Untuk tahun 2017 pertumbuhan ekonomi Sumut optimis akan mencapai kisaran 5,07 persen. Hal ini berlandaskan pada pencapaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan ketiga tahun 2017, yang tercatat sebesar 6,07 persen dibanding priode yang sama tahun 2016. Angka ini masih lebih baik dibanding pertumbuhan nasional yang tercatat sebesar 5,03 persen,” papar Nurhajizah.

Selain itu, lanjut Nurhajizah investasi PMA dan PMDN triwulan ketiga tahun 2017 telah mencapai Rp20,66 triliun atau naik 6,55 persen dari pencapaian tahun 2016. Sementara angka inflasi sampai Oktober 2017 juga tercatat membaik yaitu sebesar 2,05 persen, jauh lebih terkendali dibanding tahun 2016.

Nilai neraca perdagangan pada triwulan III (September 2017) tercatat surplus sebesar US$3,71 miliar, dimana 53,63 persennya adalah nilai ekspor. Di sisi lain, kata Wagubsu, jumlah penduduk miskin di Sumut pada Maret 2017 tercatat 1,45 juta jiwa atau sebesar 10,22 persen dari total jumlah penduduk sebesar 14,10 juta jiwa.

Sedangkan untuk kondisi kelistrikan kondisi Oktober 2017, rasio elektrifikasi Sumut telah mencapai 94,70 persen, rasio desa berlistrik sebesar 93,22 persen dengan kapasitas daya terpasang pembangkit sebesar 2.384 MW. Daya mampu pembangkit sebesar 2.384 MW dan beban puncak sebesar 2.202 MW, artinya Provinsi Sumut telah mengalami surplus sebesar 182 MW. “Kondisi ini dirasakan belum optimal dan perlu dilakuan peningkatan untuk memacu pembangunan Sumut yang berdaya saing dan sejahtera,” kata Nurhajizah.

Rektor USU, Prof. Dr, Runtung, SH, MHum mengapresiasi alumni Teknik Mesin USU yang selama ini telah bahu membahu untuk mengawal proses akreditasi Teknik Mesin sehingga berhasil meraih akreditasi A tahun 2016 lalu. “Saat ini dari 156 prodi di USU, 45 prodi sudah mendapatkan akreditasi A, 83 prodi akreditasi B dan selebihnya akreditasi C dan ada yang belum diakreditasi,” ujar Runtung sembari mengatakan kegiatan seminar seperti ini tentunya akan dapat mendorong peningkatan akreditasi USU dari B menjadi A.

Ketua Ikatan Alumni Teknik Mesin USU, Delviandri mengatakan sejak berdirinya Teknik Mesin USU tahun 1962, hingga saat ini terdapat sebanyak 2.000 an alumni yang tersebar dengan berbagai profesi. Keberadaan ikatan alumni ini dikatakannya sebagai wadah silahturahmi dan media komunikasi untuk alumni.

“Dalam Lustrum XI ini kami menggelar workshop dan seminar bisnis engineering juga pengabdian masyarakat yakni donor darah dan memberikan bantuan kepada masyarakat Sinabung. Kami harap kegiatan ini dapat mendorong akreditasi USU menjadi lebih baik,” katanya. ()