Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara Drs. Eko Subowo, MBA meninjau pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai, Rabu (27/6/2018). (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian)

BINJAI – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Drs Eko Subowo MBA meninjau pelaksanaan pemungutan suara atau pencoblosan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) dan Pemilihan Kepala Daerah Pilkada serentak di Kota Medan, Binjai dan Deliserdang, Rabu (27/6).

Mengawali pantauan, Pj Gubsu Eko bersama Ketua DPRD-SU Wagirin Arman, Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw, Sekdaprovsu Dr Hj R Sabrina dan Ketua KPU Sumut Mulia Banurea serta Tim Desk Pilkada Sumut mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) 2 Kelurahan Anggrung Medan. Dari lokasi tersebut, dilaporkan bahwa hingga pukul 10.00 WIB, 20 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 515 pemilih, sudah menggunakan hak pilihnya.

Selanjutnya PJ Gubsu bergerak menuju Kabupaten Deliserdang, tepatnya di TPS 32 Dusun XI Mulyorejo. Karena di daerah tersebut ada Pilkada Bupati-Wakil Bupati dan Pilgub Sumut, antusias warga terlihat lebih besar dari sebelumnya. Sekitar 30 persen dari 477 DPT telah memilih hingga pukul 10.30 WIB. Hal ini sebagaimana dilaporkan Ketua KPPS Noto Trisno.

“Dari yang saya pantau, kondisi tertib aman lancar, mudah-mudahan partisipasi bisa sesuai target yang dipatok penyelenggara 75 persen. Semoga semua yang terdaftar di DPT bisa menggunakan hak pilihnya,” sebut Eko, usai meninjau pelaksanaan pemungutan suara Pilkada 2018 di Sumut.

Sementara di Kota Binjai, Eko yang disambut langsung Walikota Binjai Idaham, mengunjungi TPS 6 Kelurahan Dataran Tinggi, Binjai Timur. Antusias warga yang tinggi, tercatat sekitar 53 persen telah mencoblos hingga pukul 11.15 WIB.

Usai meninjau, Eko pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan menunggu hasil pemungutan suara Pilkada serentak 2018 di Sumut. Meskipun diakuinya, ada proses hitung cepat atau quick count dilakukan berbagai kalangan untuk mengindikasikan perolehan sementara, sebelum hasil resmi diumumkan penyelenggara Pilkada.

“Sekedar petunjuk, memang ada quick count, tetapi tetap harus bersabar untuk menunggu hasil penghitungan resmi KPU. Jangan sampai ada yang emosi karenanya, nanti kita yang rugi,” sebut Eko.

Dirinya juga menekankan agar seluruh warga Sumut tetap bersabar dan menganggap Pilkada ini sebagai pesta demokrasi yang saling menjaga agar tidak ribut antar sesama. Apalagi saling bertetangga, bersaudara. Sehingga heterogenitas rakyat Sumut tidak terganggu dengan perbedaan pilihan politik.

Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menyampaikan bahwa pihaknya terus menjaga dan senantiasa meyakinkan kondisi di seluruh tempat terjaga keamanannya. Sehingga masyarakat diimbau untuk tidak khawatir.

Sedangkan terkait hitung cepat yang dilakukan pihak di luar KPU, Paulus berpesan agar bagi masyarakat yang berada di lingkup tim pasangan calon (paslon) tertentu, yang disebutkan sementara memperoleh suara terbanyak, tidak euforia. Sebab hasil akhir masih harus diproses.

“Saudara-saudara jangan euforia, itu bisa menimbulkan perasaan yang kurang baik. Dan bagi yang kalah, jika memang ada masalah, silahkan tempuh jalur hukum. Daripada mengerahkan massa. Tetapi harapan kami, semua berjalan baik,” pungkasnya. **