Ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sumatera Utara Hj. Evi Diana Erry Nuradi menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu di gedung TP PKK, Medan, Jumat (8/6). Santunan diserahkan kepada anak-anak panti asuhan silaturrahim jalan antariksa Medan.

Medan – Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sumatera Utara menyerahkan santunan kepada 30 anak yatim piatu dari panti asuhan Silaturahim di Jalan Antariksa, Jumat (8/6) di gedung TP PKK, Medan.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka memuliakan bulan suci Ramadhan. Ramadhan adalah momentum untuk menjadikan ibadah sebagai semangat baru. Terutama menyantuni anak yatim dan orang yang membutuhkan.

“Umat Islam wajib mengasihi orang lain. Termasuk anak-anak yatim. Semua yang kita dapat adalah milik Allah. Ada baiknya kita ikut membaginya kepada yang membutuhkan apalagi di bulan Ramadhan,” ujar Ketua TP PKK Provsu Hj Evi Diana Erry Nuradi.

Anak yatim, kata Evi Diana, harus disayangi seperti anak sendiri. Hal itu sangat dibutuhkan oleh mereka. “Sudah seharusnya anak-anak yatim membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang selayaknya mereka dapatkan,” katanya.

Nabi Muhammad SAW juga mencontohkan agar mengasihi anak yatim. Santunan tersebut juga merupakan hak anak-anak tersebut. Tidak bisa dipungkiri, ada anak-anak terlahir yang kurang beruntung. “Kita sebagai orang tua harus peduli pada mereka,” kata Evi Diana.

Bulan Ramadhan merupakan momentum untuk merasakan kekurangan orang lain. “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sederhana keadilan sosial. Serta upaya memahami dan menanggung penderitaan orang-orang yang selama ini kurang beruntung dari kita,” ujar Evi Diana.

Memberi santunan ini termasuk ke dalam ibadah kolektif atau dikerjakan secara bersama-sama. Pun santunan memiliki arti lain. “Santunan atau sedekah seperti ini adalah bagian dari pensucian dan pembersihan terhadap harta yang kita miliki. Kita berharap pemberian santunan hari ini menjadi nilai tambah di bulan Ramadhan,” katanya.

Evi Diana berharap, anak-anak yatim mendapat pembinaan dan dididik dengan aqidah dan akhlak yang baik. Sehingga menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa, khususnya Sumatera Utara. “Anak-anak inilah yang menentukan pembangunan Sumatera Utara ke depan,” katanya.

Disampaikan juga, kehadiran PKK di tengah masyarakat adalah untuk menjadi rekan pemerintah dalam mendukung program pembangunan. “PKK fokus pada masalah kesejahteraan keluarga, terutama perempuan dan anak,” harap Evi Diana.**