Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Dr. Ir. Hj. R. Sabrina, M. Si bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provsu meninjau persiapan MTQ Nasional ke XXVII tahun 2018 di Lokasi MTQ Nasional Astaka, Jl. Williem Iskandar, Medan, Rabu (3/10/2018). (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu)

MEDAN – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Hj Sabrina memastikan kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka secara resmi MTQN XXVII di Astaka (Arena Utama) Jalan Pancing/Williem Iskandar Medan. Meski ada penyesuaian jadwal, yang semula direncanakan tanggal 6 Oktober, menjadi tanggal 7 Oktober 2018.

“Kedatangan presiden tidak jadi tanggal 6, diundur karena ada Asian Para Games di Jakarta,” ujar Sabrina, yang juga Ketua Umum Panitia MTQN XXVII, ketika meninjau persiapan pelaksanaan MTQN di Astaka Jalan Pancing Medan, Rabu (3/10).

Sabrina mengatakan, persiapan pelaksanaan MTQN yang akan digelar pada 4-13 Oktober 2018, sudah rampung. Meski ada beberapa hal detail yang butuh penyempurnaan, seperti dekorasi dan fasilitas pendukung lainnya.

Tentang kafilah, menurut Sabrina sudah mulai berdatangan dari luar daerah. Hingga Rabu (3/10) sedikitnya sudah ada kafilah dari 5 provinsi yang datang. “Kafilah pertama yang tiba di Bandara Kualanamu adalah kafilah Bangka Belitung,” katanya.

Terkait kafilah Sulawesi Tengah yang kini sedang ditimpa musibah, Sabrina mengatakan belum ada jawaban pasti mengenai kondisi kafilahnya. “Ini sangat kita maklumi, kita juga tidak menyangka itu terjadi, diharapkan kita berempati kepada saudara saudara kita di sana,” ujar Sabrina yang didampingi Kepala Biro Pemerintahan Afifi Lubis sebagai Sekretaris Umum Panitia dan Ketua LPTQ Sumut Asren Nasution.

Sabrina mengatakan jika memungkinkan, penyerahan dana bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk korban bencana Palu akan dilakukan pada pembukaan MTQN. “Hal tersebut sedang dalam pembahasan panitia,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sabrina juga meninjau fasilitas kesehatan, media centre, gerbang utama astaka, hingga persiapan tarian dari para pelajar MAN 1 dan MAN 2 Medan pada pembukaan MTQ nanti. Khusus untuk Media Centre, menurut Sabrina sangat penting keberadaannya, untuk mendukung penyebaran informasi MTQN agar bisa menggema di Indonesia. “Untuk itu, pasanglah apa yang diperlukan, agar penyebaran informasi ini lancar,” ujarnya.

Persiapan Media Centre

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Provinsi Sumatera Utara Ilyas Sitorus, sebagai Ketua Bidang Dokumentasi, Publikasi, Siaran dan Media Centre Pantia MTQ Nasional, mengatakan media centre sudah siap digunakan. “Insya Allah hari ini kita rampungkan, malam nanti bisa dipakai,” ujarnya.

Selain itu, kata Ilyas, control room yang berada di Astaka Jalan Pancing, juga sudah terkoneksi dengan semua lokasi cabang perlombaan yang tersebar di 12 titik lokasi. “Saat ini semua monitor menunjukkan gambar situasi kondisi di semua titik lomba. Di ruang media centre untuk media juga telah terpasang kabel listrik, meja, hingga koneksi internet,” jelasnya.

Disampaikan juga, bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika berupa komputer, printer serta jaringan penunjang media centre MTQN sudah sampai dan dalam proses pemasangan. “Atas bantuan ini kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika,” ucap Ilyas.

Diketahui, kegiatan MTQN XXVII yang digelar di Kota Medan dan Deliserdang terdiri dari beberapa rangkaian acara. Diantaranya, penyambutan kedatangan dan registrasi kafilah dari seluruh provinsi pada 3-5 Oktober di Lapangan Asrama Haji Medan.

Selain itu juga diselenggarakan parade 1000 hafiz di UIN Sumatera Utara, launching buku “Muqri Sumut di Pentas Dunia” dan Katalog Mushaf Kuno AlQuran Sumatera Utara pada 4 Oktober. Pelantikan dewan hakim dan panitera serta pawai taaruf pada 6 Oktober. Sedangkan perlombaan dilakukan mulai 7-11 Oktober di 12 titik lokasi Medan dan Deliserdang. Serta penutupan MTQN pada 12 Oktober di Arena Utama di Jalan Pancing.**