Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Walikota Binjai M.Idham, bersama para OPD Pemprovsu dan Pemko Binjai saat berada di ruang Pusat Komando di Kantor Walikota Binjai, Rabu (06/03).

BINJAI – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memuji penerapan sistem aplikasi Binjai Kota Pintar (Binjai Smart City) yang membuat pengelolaan pemerintahan jauh lebih baik dan modern. Atas kemajuan itu, seluruh Forkopimda juga didorong agar terhubung satu sama lain.

Pesan itu disampaikan Gubernur saat berdiskusi bersama terkait penggunaan sistem aplikasi terpadu Binjai Kota Pintar di ruang Pusat Komando Kota Binjai atau sering disebut Binjai Command Center (BCC), di Kantor Wali Kota Binjai, Jalan Sudirman, Rabu (6/3). Menurutnya hal ini adalah kebutuhan penting dalam mengelola pemerintahan di masa sekarang.

“Ini sistem yang sangat bagus. Merespon tuntutan modernisasi dan globalisasi ke depan. Tetapi ada hal yang nanti perlu kita satukan, dalam rangka membangun Kota Binjai, menjadikan kota penyanggah untuk ibu kota Sumatera Utara,” ujar Gubernur.

Dalam penyanggah itu, kata Gubernur, diperlukan kerja sama antar kabupaten/kota, yakni Kota Binjai, Medan dan Kabupaten Karo dan Deliserdang. Karena itu sistem dimaksud perlu ditingkatkan lebih komprehensif dan menyeluruh.

“Saya akan minta semua kabupaten/kota yang lain untuk belajar ke sini (Binjai). Makanya saya minta ini benar-benar dilakukan dengan baik. Karena ini (Binjai Kota Pintar) kan prestasi di tengah kondisi Sumut seperti ini,” tegas Edy Rahmayadi.

Pun begitu, Gubernur Edy juga menegaskan bahwa sistem yang dibangun perlu dihubungkan juga dengan unsur Forkopimda seperti Kepolisian, TNI dan Kejaksaan. Sebab sejatinya peran lembaga tersebut adalah menjamin keberlangsungan kehidupan bermasyarakat dari sektor pertahanan dan keamanan serta kepastian hukum.

BACA JUGA  Salat Iduladha di Lapangan Merdeka, Gubernur Ajak Masyarakat Tiru Totalitas Keimanan Nabi Ibrahim

“Kita kan ada Babinsa dan Babinkamtibmas yang mereka itu ada di masyarakat. Mereka harus tahu bagaimana kondisi di masyarakatnya. Jadi undang-undang mengatur itu, masing-masing punya tupoksi (tugas pokok fungsi). Inilah harus bersatu bersama, dalam membangun wilayah,” kaya Gubernur.

Sementara Wali Kota Binjai Muhammad Idaham mengaku sangat berterima kasih dan bangga atas apresiasi Gubernur terkait sistem pemerintahan yang modern, transparan dan tepat guna. Meskipun diakuinya, masih perlu penyempurnaan dalam penerapan aplikasi terpadu ini.

“Terima kasih Pak Gubernur atas masukan arahannya. Kami siap jika memang diminta untuk menjadi mentor bagi kabupaten/kota yang lain. Karena dari provinsi lain juga sudah belajar ke Binjai,” katanya di ujung diskusi, usai memaparkan sistem aplikasi modern tersebut.

Hadir mendampingi Gubernur, Ketua TP-PKK Sumut Hj Nawal Edy Rahmayadi, Wakil Ketua TP-PKK Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, Asisten Administrasi Umum dan Aset Zonny Waldi, Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, Kadis Sosial Rajali, Kadis Pemdes Aspan Sofian, Kabiro Pemerintahan Afifi Lubis, Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Ilyas Sitorus, serta pejabat setempat.**