Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Sabrina didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Utara Kaiman Turnip menyambut kafilah Sumatera Utara (Sumut) yang mengikuti Musabaqoh Tilawatil Quran Korps Pegawai Negeri (MTQ Kopri) Tingkat Nasional ke 4 di Bandara International Kualanamu, Deliserdang, Minggu (18/11/2018). Kafilah Sumut berhasil meraih peringkat ke 5 dari 33 Provinsi yang ikut bagian dari kejuaran tersebut. (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian)

MEDAN – Menyambut kedatangan kafilah di Bandara Kualanamu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Dr Hj Sabrina mengucap syukur atas keberhasilan para Aparatur Sipil Negara (ASN) meraih posisi lima besar di ajang Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-4 Korpri di Jakarta.

“Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah, kafilah Korpri Sumut bisa masuk lima besar. Karena kita sudah memenangkan dua juara satu, ada juga juara dua, juara tiga dan juara harapan,” ujar Sekdaprov Sumut Sabrina yang didampingi Kepala BKD Sumut Kaiman Turnip, Minggu (18/11).

Menurut Sekda, hal yang menggembirakan adalah karena pemerintah provinsi (Pemprov) sendiri tidak bisa banyak memberikan pembinaan. Namun berkat kerja keras para kafilah, tanpa harus ada pelatihan khusus atau pelatih, bisa menunjukkan yang terbaik untuk atas nama provinsinya.

“Itu yang kita tekankan ke depan. Mudah-mudahan mereka bisa terus berlatih, tidak menunggu jelang event. Karena kan itu lebih baik daripada persiapan yang dadakan, kalau mau bertanding saja,” kata Sekda.

Dengan keberhasilan meraih peringkat lima besar ini, Sekda pun berharap dua tahun ke depan, MTQN Korpri di Kendari, Sumut bisa lebih meningkatkan prestasi dan meraih juara umum sebagaimana pernah dicapai pada masa lalu.

Sementara Ketua Kafilah Sumut Prof HM Hatta menyampaikan rasa bangga karena dari event sebelumnya, Sumut mampu naik lima peringkat. Karena itu dirinya berharap di MTQN Korpri berikutnya, provinsi ini bisa kembali meraih juara umum sebagaimana pernah dicapai pada waktu silam. **