MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong adanya kerjasama yang baik dan saling menguntungkan dengan Negara Singapura. Hal yang realistis disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Hj Sabrina, untuk berbagi wisatawan.

Tawaran realistis disampaikan Sekdaprovsu Dr Hj Sabrina di hadapan rombongan Senior Minister of State for Defence and Foreign Affairs Singapore Dr Maliki Osman. Hadir diantaranya Deputy Director (Indonesia) Mr Suresh Sukumar, Country Officer ( Indonesia) Ms Felicia Chia, Richard Grosse dan Valerie Yeo serta Ivana dari Konsulat Jenderal. Sementara Sekdaprovsu didampingi Kepala Bappeda Sumut Irman dan Staf Ahli Ekbang Elisa Marbun.

Berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan negara tetangga itu, menurut Sekdaprovsu adalah hal yang perlu dilakukan agar apa saja yang baik, bisa diadopsi di Indonesia, khususnya untuk Sumut. Diantaranya seperti perdagangan, investasi hingga pariwisata yang dalam konteks kekayaan, provinsi ini punya potensi besar untuk dikelola.

“Kita bisa berbagi pengalaman, pengetahuan. Seperti sumber daya alam kita (Sumut) yang cukup baik, bagaimana bisa dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Sekdaprovsu pada audiensi di ruang kerjanya, Selasa (14/8).

Singapura menjadi negara yang maju dengan berbagai keunggulan di bidang perekonomian, khususunya industri. Tetapi juga tidak sedikit yang menjadikan negara yang luasnya di bawah wilayah Sumut ini sebagai destinasi wisata kelas dunia. Bahkan warga negara Indonesia juga merupakan wisatawan yang sering melancong ke sana.

Tawaran realistis, lanjut Sekdaprovsu adalah berbagi wisatawan. Bagaimana agar pengunjung yang datang ke Singapura dari berbagai negara, menjadikan Sumut sebagai destinasi lanjutan yang bisa ditawarkan kepada wisatawan mancanegara. Begitu juga sebaliknya. “Bagaimana ini dikoneksikan. Dengan begitu, turis yang datang ke sana (Singapura) bisa berlanjut ke Indonesia, ke Sumatera Utara,” sebutnya.

Kerjasama untuk sosialisasi objek wisata Sumut di Singapura, sejalan dengan adanya investasi asal negara itu di berbagai daerah, khususnya Sumut. Bahkan Sekdaprovsu mencontohkan sektor pariwisata andalan juga dibantu dengan adanya investor.

“Apalagi antara Singapura dan Sumut itu cukup dekat. Bisa melalui jalur udara maupun laut. Kita punya bandara Kualanamu dan Silangit yang dekat dengan Danau Toba. Jadi kami pun merasa beruntung wisatawan dari sana di bawa ke sini,” kata Sabrina.

Dengan andalan sumber daya alam dan potensi wisata di Sumut, Sabrina meyakini kerjasama keduanya akan bisa menguntungkan. Sebab tawaran tersebut menurutnya realistis. Begitu juga sebaliknya, Indonesia akan banyak belajar dari Singapura tentang berbagai hal terkait memajukan perekonomian Negara serta sektor lainnya.

“Kalau di Singapura kan tidak begitu luas. Setelah dari sana, kita berharap wisatawan diarahkan ke Sumut. Kita punya banyak andalan, sepeti Bukit Lawang dan Danau Toba,” jelas Sabrina disambut kagum Maliki Osman mendengar cerita satwa Orang Utan dan danau supervolcano di Sumut.

Sementara secara singkat, Maliki Osman menyampaikan bahwa pihaknya membuka diri untuk bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan tersebut kepada Sumut. Bagaimana pengelolaan wilayah dengan segala teknologi yang ada, dapat diterapkan di provinsi ini. Sehingga diperlukan semacam kerjasama di bidang keilmuan.

Sumut menurutnya punya potensi besar, baik sumber daya alam maupun manusianya. Jika dikelola dengan baik, maka akan membawa keberuntungan jangka panjang dan kesejahteraan bagi masyarakat. *