Provinsi Sumatera Utara merupakan provinsi yang pertama kali di Indonesia meluncurkan aplikasi Provinsi Cerdas terintegrasi dengan kabupaten/kota dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Peluncuran aplikasi Sumut Smart Province (SSP) ini dilakukan Gubsu Dr Ir H Tengku Erry Nuradi di Aula Raja Inal Siregar, (20/3) lalu.

Aplikasi ini merupakan upaya Pemprovsu untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih serta pelayanan prima kepada masyarakat. Tentunya, melalui pemanfaatan jaringan elektronik berbasis online diharapkan dapat meningkatkan partisipasi publik.

SSP merupakan pembangunan infrastruktur, audio visual dan berbagai aplikasi dengan sistem informasi teknologi, bertujuan sebagai pusat  informasi dan pelayanan terhadap masyarakat. Disiapkan juga secara bertahap media sosial, seperti facebook, instagram, twitter, SMS dan call center, sehingga  dapat menjadi jembatan antara Pemerintah Provinsi dengan kabupaten/kota, antara pemerintah dengan masyarakat, demikian juga dengan dunia usaha maupun pemerintah pusat. Hubungan yang langsung, cepat dan mudah ini nantinya dapat menjadi bahan masukan bagi Gubsu untuk mengambil kebijakan demi pembangunan Sumut ke depan.

“Ini merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara  kepada masyarakat dengan memanfaatkan jaringan elektronik berbasis online. Ini merupakan rintisan awal yang diharapkan akan menjadi momentum untuk mengembangkan pola inovatif lainnya,” ujar Gubsu Erry.

Dikatakan Erry, harapan masyarakat saat ini terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik sangat besar. Karena itu, Provinsi Sumatera Utara dan kabupaten/kota, dituntut untuk mampu memberikan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, murah, transparan dan akuntabel.

“Karena itu, SSP yang diresmikan ini, merupakan satu wadah untuk melayani integrasi e-government dan layanan publik dalam beberapa aplikasi, antara lain, aplikasi integrasi e-government (G to G), aplikasi layanan publik (G to C) dan aplikasi layanan dunia usaha (G to B),” ungkap Gubsu.

Terkait upaya untuk mewujudkan provinsi cerdas ini, sebelumnya Sumut dan DKI Jakarta di tahun 2016 telah masuk dalam kategori nominasi Indonesia Smart Nation (ISNA) untuk kategori Provinsi Besar dalam penilaian daerah cerdas di Indonesia yang diterbitkan Citi Asia Center for Smart Nation. Meskipun ketika itu, tiga daerah yang menjadi pemenang yakni Jabar, Jatim dan Jateng. Namun, indeks ini setidaknya memicu Sumut untuk terus berbenah hingga kini berhasil mewujudkan SSP.

Kordinator Unit Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Kedeputian Bidang Pencegahan KPK, Asep Rahmat Suwanda mengatakan sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemprovsu tersebut.

Dikatakannya, kemajuan inovasi berbasis Informasi Teknologi (IT) yang saat ini telah berhasil dibangun, harus dipelihara dan dijaga dengan hati. “Jangan sampai inovasi-inovasi ini terbengkalai dan menjadi alat-alat yang mati,” harap Asep.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, Drs HM Fitriyus, SH MH mengatakan, SSP ini sepenuhnya merupakan hasil prakarsa Gubsu, Tengku Erry Nuradi. Sistem informasi teknologi ini terletak di lantai VI kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan. Saat ini menjadi pusat informasi dan pelayanan kepada masyarakat yang terintegrasi dengan OPD dan kabupaten/kota se Sumatera Utara.

Dikatakan Fitriyus, SSP juga akan mendorong good governance dan clean governance dengan melaksanakan e-government, yaitu pelaksanaan APBD mulai e-planning, e-budgetting sampai dengan e-performance. Sehingga sistem pemerintahan Sumatera Utara akan transparan dan akuntabel. “SSP ini merupakan aplikasi Sumut cerdas yang pertama kali di Indonesia yang terintegrasi dengan kabupaten/kota dan OPD meskipun secara bertahap,” ujar  Fitriyus.(*)