Gubernur Sumut H Edy Rahmayadi didampingi Sekdaprovsu Hj Sabrina, foto bersama panitia Natal Nasional 2018 di ruang kerjanya, Jumat (23/11), usai beraudiensi. Panitia Natal terdiri dari, Ketua Harian Pdt Dr R Bambang Jonan, penasehat panitia Dr RE Nainggolan, JA Ferdinandus, Wakil ketua Jhon Eron Lumban Gaol SE, Sekum Jadi Pane SPd, Seksi Baksos Drg Annita, Pdt Yansen Lase dan Kisharyanto Pasaribu.

MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mendukung perayaan Natal Nasional di Sumut, khususnya di Kota Medan. Perayaan harus dibuat menarik dan sukses, apalagi akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Gubernur juga meminta kepada para panitia Natal Nasional 2018 untuk rapat dengan dirinya, sebanyak 3 kali lagi, demi mensukseskan Natal Nasional tersebut. “Perayaan Natal Nasional ini harus menarik. Apalagi Presiden Joko Widodo akan hadir,” kata Gubernur Edy Rahyamadi saat menerima audiensi sejumlah Panitia Nasional 2018 di ruang kerjanya, lantai 10 Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (23/11).

Adapun panitia Natal yang hadir, yaitu Ketua Harian Pdt Dr R Bambang Jonan, Penasehat Dr RE Nainggolan MM, Penasehat JA Ferdinandus, Wakil Ketua Jhon Eron Lumban Gaol, Sekretaris Jadi Pane SPd, Bidang Sosial drg Annita, Wakil Sekretaris Pdt Jansen Lase, Penasehat Kisharianto Pasaribu, dan lainnya. Sedangkan Gubernur didampingi Sekdaprov Sumut Dr Ir Hj R Sabrina MSi.

Gubernur Edy mengatakan, para bupati/walikota se-Sumut harus hadir dalam perayaan Natal Nasional, yang akan dilaksanakan pada 29 Desember 2018 di Gedung Serbaguna Jalan Williem Iskandar/Pancing Deliserdang.

“Acara keagamaan nasional ini diharapkan dapat menjadi berkat bagi warga Sumut. Artinya berkat itu, misalnya hotel-hotel banyak penuh dengan hadirnya para tamu dari seluruh provinsi di Indonesia dan kabupaten/kota di Sumut. Produk UKM dan UMKM banyak dibeli oleh para tamu, dan kuliner lainnya. Makanya acara ini harus bermanfaat bagi warga Sumut. Karena itu saya dan panitia harus bertemu 3 kali lagi untuk rapat khusus,” katanya.

BACA JUGA  Serahkan DIPA 2019 untuk Sumut, Gubsu: Pastikan Bermanfaat untuk Daerah

Andaikan acara Natal tersebut tidak sukses, katanya, pasti yang malu masyarakat Sumut. Karenanya kehadiran bupati/walikota harus maksimal di sini. “Acara Natal ini tidak menyalahi di Sumut. Kecuali saya mengikuti ibadahnya, tentu itu salah. Karena saya seorang muslim. Tapi saya sebagai seorang Gubernur dari semua etnis dan agama di Sumut, tentu harus mensukseskannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memerintahkan Sekdaprovsu untuk membuat ulang jadwal rapat Natal Nasional ini bersama panitia dan dirinya, tentunya dengan mengundang instansi terkait lainnya sesegera mungkin. Apalagi waktu penyelenggaraannya lebih satu bulan lagi. “Sebagai warga Sumut kita harus saling mendukung. Kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa membesarkan Sumut sebagai provinsi yang bermartabat,” ujarnya.

Gubernur juga meminta kepada Sekdaprovsu, agar anggaran kegiatan semua keagamaan yang ada di Sumut, baik Islam, Kristen, Budha, Hindu dan lainnya agar ditampung di APBD Provinsi Sumut. “Jangan ada lagi tiba-tiba ditampung di P-APBD seperti selama ini. Dana itu harus jelas di APBD, semua kegiatan anggaran keagamaan di Sumut harus ditampung, tidak boleh tebang pilih,” ujarnya.

Sementara Pdt Bambang Jonan menyampaikan terimakasih atas apresiasi Gubernur Sumut terhadap pelaksanaan perayaan Natal Nasional yang akan diselenggarakan di Medan. Karena Natal Nasional tahun ini adalah Natal spesial. Sebab sejak Indonesia merdeka 73 tahun lalu, baru tahun 2018 inilah perayaan Natal Nasional diselenggarakan di Sumut, khususnya di Kota Medan. Apalagi Presiden Jokowi akan berkenan hadir pada 29 Desember 2019 nanti.

BACA JUGA  Edy Rahmayadi Berharap Langkat Lebih Baik Kedepan

Dia mengatakan, acara ini akan dihadiri 25 ribu jemaat dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Sumut. “Karenanya saya memohon pada Pak Gubernur, supaya memerintahkan bawahannya untuk kesediaan air bersih, WC dan lainnya. Termasuk keberadaan energi listrik dan genset supaya dimaksimalkan. Karena dalam sebuah acara, ini adalah kebutuhan mendasar. Acara bagi dua, yakni : ibadah dan acara nasional, Presiden Jokowi akan hadir saat acara nasional,” ujarnya.

Sedangkan RE Nainggolan menyampaikan, bakti sosial panitia nasional telah berlangsung selama ini. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian kacamata baca, pembagian alat pendengaran, pemberian kaki/tangan pengganti bagi penyandang disabilitas, dan lainnya bagi warga kurang mampu di Sumut.

“Bahkan belum lama ini kita sudah memberikan bantuan kepada korban di Madina, Palu dan lainnya. Kita juga bergerak melakukan bakti sosial di wilayah pinggiran kota Medan. Pada 1 Desember 2018, kita akan melakukan bakti sosial untuk penyandang disabilitas. Itu kita lakukan semata-mata untuk mendukung program Pak Gubernur, menjadikan Sumut yang bermartabat,” ujarnya.

Sedangkan drg Annita mewakili YSKI yang menjadi salah satu pendukung kegiatan bakti sosial di kepanitiaan Natal tersebut menyampaikan, kurang 8000 orang warga kurang mampu telah dibantu pihaknya. Baik itu pelayanan pemeriksaan kesehatan, pemberian tongkat bagi Lansia dan tunanetra, pengganti tangan/kaki bagi disabilitas, termasuk membuat sumur bor untuk air bersih di Sicanang, Belawan. **