MEDAN – Pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil, yang mampu membuat wisatawan merasa aman dan nyaman. Karena itu, pendidikan vokasi pariwisata bagi masyarakat setempat perlu terus ditingkatkan.

Hal itu disampaikan Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA pada acara Coffee Morning bertajuk “Pengembangan Transportasi di Kawasan Danau Toba”, Rabu (25/7) di D’Heritage Grand Aston City Hall Medan.

“Untuk meningkatkan destinasi wisata, kita harus meningkatkan keterampilan masyarakat setempat, karena itu perlunya koordinasi pemerintah setempat menjadikan masyarakatnya lebih trampil kedepannya. Pendidikan vokasi yang ada harus diperluas aksesnya, diberikan kesempatan yang besar kepada seluruh warga negara untuk mendapatkan akses keterampilan melalui pendidikan vokasi, khususnya di masyarakat sekitar Danau Toba,” ujar Eko.

Selain itu, menurut Eko, layanan transportasi juga perlu dibenahi. Untuk itu, saat ini pemerintah sedang pengerjaan kapal Ferry Ro-Ro, yang nantinya akan mengarungi perairan Danau Toba dan diberi nama Ihan Batak.

Eko juga berharap, seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) yang berada di kawasan Danau Toba terus meningkatkan kerjasama dalam upaya membangun destinasi wisata Danau Toba. Mulai dari peningkatan tenaga terampil, lokasi wisata hingga transportasi darat maupun air.

Sementara itu, Bupati Toba Samosir Ir Darwin Siagian menyampaikan, saat ini transportasi darat sudah mulai rampung. Begitu juga dengan transportasi air, sudah ada pembenahan. Untuk Kapal Ferry Ihan Batak, ukurannya lebih besar dari ferry yang sudah terlebih dahulu ada, seperti KM Sumut I dan II.

“Ihan Batak mampu mengangkut 32 mobil dan 280 orang. Sebelum Natal, kira-kira Oktober, kapal Ihan Batak ditargetkan sudah selesai pengerjaannya dan direncanakan akan beroperasi,” ungkapnya.

Keberadaan ferry tersebut, diharapkan bisa menjadi transportasi air yang nyaman ke pulau Samosir. “Diharapkan transportasi air kedepan akan lebih diawasi untuk mencegah terjadinya tragedi kapal tenggelam di Danau Toba lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kadis Pariwisata Provsu Hidayati mengatakan, Bandara International Silangit sudah melakukan penerbangan international dari Kuala Lumpur ke Bandara Silangit, begitu juga sebaliknya. “Mulai hari ini, untuk ke Danau Toba wisatawan asal Malaysia bisa lanjut ke Bandara Silangit, tanpa harus ke Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, begitu juga warga Sumut khususnya di kawasan Danau Toba bisa langsung ke Malaysia melalui Silangit,”paparnya.*