Penjabat (PJ) Gubernur Sumatera Utara, Eko Subowo didampingi Sekretaris Daerah Sumatera Utara R. Sabrina, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, Ketua KPU SUMUT Mulia Banurea beserta OPD terkait lakukan video conference dengan tim pilkada kemendagri di ruang rapat Tengku Erry Nuradi (Sumut Smart Province), lt.6 kantor gubsu, Jl. P. Diponegoro No. 30 Medan, Rabu (27/6). Kegiatan ini merupakan laporan tinjauan pilkada di wilayah Sumatera Utara.

MEDAN – Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA mengatakan secara umum pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Sumut, secara umum berlangsung lancar, aman dan kondusif.

Hal itu disampaikan Pj Gubsu ketika melaporkan pelaksanaan Pilgubsu dan Pilkada Serentak di Sumut kepada Tim Desk Pilkada Kemendagri melalui Videoconference, di ruang rapat Tengku Erry Nuradi Sumut Smart Province, Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (27/6).

Eko Subowo menyampaikan, berdasarkan peninjauan langsung di Kota Medan, Binjai dan Deliserdang, serta laporan dari sejumlah daerah kabupaten/kota penyelenggara Pilkada Serentak, diketahui pelaksanaan pemungutan suara berlangsung aman, lancar dan kondusif. “Hal ini sesuai harapan kita bersama,” ujarnya.

Disampaikannya, peninjauan yang dilakukan bersama Tim Desk Pilkada, unsur Forkopimda dan KPU Sumut juga fokus kepada partisipasi pemilih. Diharapkan partisipasi masyarakat melampaui target nasional. Sementara itu, KPU Sumatera Utara menargetkan partisipasi masyarakat sebanyak 61 persen.

Selain partisipasi pemilih, pemantauan juga fokus kepada keamanan. Eko mengatakan sejauh ini tidak ada laporan tentang gangguan. “Tadi kami lihat tertib dan lancar, semoga keamanan tetap terjaga sampai pasca Pilkada, masyarakat tetap guyub, rukun dan tidak ada gangguan apa-apa,” ujarnya.

Eko juga menjamin netralitas ASN. Begitu pula dengan alat peraga kampanye yang pada masa tenang terpantau sudah diturunkan. Isu suku, agama, ras dan antargolongan, juga tidak terjadi seperti yang dikhawatirkan. “Sampai subuh tadi saya kira relatif baik,” katanya.

Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman mengatakan masyarakat memiliki hak politik. Agar tidak kehilangan hak poltiknya, masyarakat harus datang ke TPS dan mencoblos pasangan calon pilihannya. Masyarakat yang tidak memilih, tidak berhak memprotes pemimpin terpilih. Pilihan masyarakat dilindungi undang-undang. “Oleh karena itu, datang ke TPS adalah tanggungjawab masyarakat untuk menentukan masa depan Sumatera Utara,” katanya.

Wagirin mengharapkan Pilkada seretak menghasilkan pemimpin yang amanah. “Hal itu demi kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara,” katanya.

Ketua KPU Sumut Mulia Banurea menyebut tidak ada kendala serius saat Pilkada serentak yang berlangsung. Memang ada sedikit masalah terkait masyarakat yang tidak terakomodir di DPT. Namun hal itu segera diatasi dengan berkoordinasi dengan KPU kabupaten/kota. “Mudah-mudahan warga Sumatera Utara bisa terlayani dengan baik, sehingga terpilih pemimpin unuk 5 tahun ke depan,” kata Mulia.

Turut mendampingi Pj Gubsu Eko Subowo pada kesempatan tersebut, Sekdaprovsu Dr Hj R Sabrina MSi, Kepala Dinas Kominfo Sumut HM Fitriyus, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus dan Tim Desk Pilkada Pemprovsu.

Diketahui, selain Pilgubsu, juga dilaksanakan Pilkada serentak di 8 kabupaten/kota, yakni di Kabupaten Batubara, Kabupaten Dairi, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kota Padangsidimpuan.**