Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah memimpin rapat rencana pemanfaatan lahan relokasi korban banjir dan tanah longsor Kabupaten Mandailing Natal di ruang rapat Kaharuddin Nasution Lt. 8 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro No 30 Medan, Selasa (02/04). Biro Humas & Keprotokolan Setda Provsu / Fahmi Aulia

MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah mengharapkan pembangunan rumah para korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) segera dilakukan. Sehingga masyarakat cepat mendapatkan rumah yang layak huni.

Hal itu disampaikan Wagub Musa Rajekshah ketika memimpin Rapat Rencana Pemanfaatan Lahan Relokasi Korban Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (2/4) di ruang Kaharuddin Nasution, Lantai 8 Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan.

“Segera ditindaklanjuti, khususnya tentang lahan dan hal-hal lainnya, agar masyarakat cepat mendapatkan rumah yang layak huni. Dan untuk lahan, bulan April 2019 tidak ada masalah lagi.” ujar Wagub.

Selain itu, pembangunan fasilitas umum juga harus menjadi perhatian. Sehingga masyarakat dapat  segera mendapatkan fasilitas umum yang selama ini tidak bisa digunakan akibat bencana yang terjadi. “Dengan demikian kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata Wagub.

Kepada Pemkab Madina, Wagub juga meminta agar segera melaksanakan program yang mendukung percepatan pembangunan relokasi tersebut. “Kita harapkan segera action-nya untuk percepatan pembangunan ini,” sebut Musa Rajekshah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut Riadil Lubis mengatakan,  bahwa rapat yang dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari rapat yang telah dilakukan di kantor Gubernur Sumut dan kantor Bupati Mandailing Natal yang membahas tentang rehabilitasi,  rekonstruksi dan relokasi perumahan dan permukiman masyarakat yang menjadi korban banjir dan longsor. “Seperti diketahui bulan Oktober dan November tahun 2018 yang lalu telah terjadi bencana alam,” ujar Riadil.

BACA JUGA  Gubsu dan Wagubsu Jenguk Bayi Kembar Siam di RSUPH Adam Malik Operasi Pemisahan Diharapkan Berjalan Lancar

Dari peristiwa tersebut, lanjut Riadil, pemerintah Kabupaten Madina telah menetapkan rencana aksi pasca bencana, khususnya di tiga kecamatan yakni Kecamatan Ulu Pungkut, Lingga Bayu dan Kecamatan Batang Natal. Pada Kecamatan Ulu Pungkut direncanakan akan dibangun 77 unit rumah, 143 unit di Kecamatan Lingga Bayu dan 24 rumah di Kecamatan Mandailing Natal.

Hal tersebut, katanya, juga menjadi prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut tahun 2019. Pembangunan 77 unit rumah di Kecamatan Ulu Pungkut akan dilaksanakan di atas tanah seluas 3,2 hektare milik HGU PT Perkebunan Sumut, dan penyediaan lahan di Kecamatan Lingga Bayu seluas 3 haktare yang juga tanah HGU PT Perkebunan Sumut. “Di Kecamatan Ulu Pungkut telah ditetapkan Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sumatera Utara,  izin pinjam pakai kawasan,” kata Riadil.

Selain itu, di Kecamatan Ulu Pungkut, Pemprov Sumut juga akan membangun SMK Pertanian. “Lahannya sudah tersedia, dan siap untuk dibangun tahun anggaran 2019 melalui pos belanja Dinas Pendidikan Provinsi Sumut,” kata Riadil.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumut Ida Mariana pada kesempatan itu menyampaikan, di atas tanah seluas 3,2 hektare yang merupakan pinjam pakai Lahan HGU PT Perkebunan Sumut di kecamatan Ulu Pungkut  yang akan dibangun 77 unit rumah masih terkendala oleh kondisi lahan. “Per bulan Maret tahun 2019 minggu kedua yang lalu setelah dilakukan land clearing, untuk maksimal lahan yang layak untuk dibangun rumah hanya sekitar 0,6 hektare,” ujarnya.

BACA JUGA  Wagub Sumut Buka Rakernas AAI di Medan, Jaga Harkat Martabat Advokat

Karena itu, Ida Mariana berharap dukungan dari Pemkab Madina  untuk pengadaan lahan yang tidak jauh dari Desa Duhu Lombang Kecamatan Ulu Pungkut, agar dapat dibangun rumah sebanyak 77 unit di Kecamatan Ulu Pungkut tersebut. “Dengan lahan hanya 0,6 hektare, hanya dapat dibangun lebih kurang 15 unit rumah,” sebut Ida.

Selain itu, Ida juga mengharapkan dukungan dari Pemkab Madina  berupa sumber listrik,  sumber air bersih, fasilitas umum termasuk rumah ibadah, ruang terbuka hijau, sekolah, kantor desa dan lain-lain. “Juga penanganan air limbah, drainase, sampah dan jalan akses masuk ke kawasan permukiman tersebut,” kata Ida.

Turut hadir pada kesempatan tersebut para Kepala OPD Pemprov Sumut, Jajaran PT Perkebunan Sumatera Utara, Asisten I Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal  Alammulhaq Daulay, para Kepala OPD Pemkab Madina, para camat Pemkab Madina, serta dari PT Philips dan PT Cahaya Fortuna Sejati.**