Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah meninjau pembangunan gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara Jalan Ngalengko Medan, Senin (15/10/2018). Pembangunan gedung tahap pertama ini ditargetkan sebahagian akan berfungsi pada akhir November 2018 yang akan datang. (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian)

MEDAN -Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah meninjau pembangunan gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumut di Jalan Ngalengko, Medan, Senin (15/10). Pembangunan gedung tersebut diharapkan berguna bagi pengembangan SDM Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

Wagub Musa Rajekshah mengatakan, pembangunan fasilitas BPSDM tersebut dapat menunjang pengembangan ASN. Untuk itu, gedung baru tersebut diharapkan dapat selesai sesuai rencana, sehingga dapat langsung digunakan. “Gedung ini juga diharapkan meningkatkan kinerja ASN sebagai abdi negara,” kata Musa Rajekshah, yang akrab disapa Ijeck.

Kepada pengawas proyek, Ijeck mengimbau agar pembangunan dikerjakan sesuai target waktu yang sudah ditentukan dalam kontrak kerja. Tidak hanya tepat waktu, tetapi juga harus sesuai spek yang juga sudah disepakati. “Jangan nanti cepat selesainya tapi tidak sesuai spek karena mengejar waktu, ini harus betul betul dilaksanakan sesuai dengan apa yang dianggarkan,” katanya.

Ijeck juga mengimbau agar pembangunan gedung tetap memperhatikan ruang parkir. Lantaran penambahan kapasitas gedung juga tidak sedikit. Sehingga dibutuhkan gedung parkir yang mampu menampung pengunjung atau peserta diklat lebih banyak.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Bonar Sirait pada kesempatan tersebut mengatakan, pembangunan diharapkan dapat selesai di bulan November 2018. “Ini merupakan pembangunan tower pertama, digunakan untuk asrama peserta diklat, kapasitasnya 400 orang, jadi bisa buat 10 kelas,” katanya.

Dengan pembangunan gedung tersebut, diharapkan dapat menambah frekuensi peserta diklat. Selama ini diklat masih menggunakan bangunan lama. “Dengan bangunan baru diharapkan kualitas penyelenggaraan diklat tersebut akan lebih baik dan akan menciptakan ASN yang berkualitas,” ujarnya.

Dijelaskan, pembangunan gedung tersebut memakai lahan seluas 1,8 hektar. Sementara pembangunan tahap pertama sudah selesai 36 persen. Pembangunan untuk tahap berikutnya masih akan terus dilanjutkan pada tahun 2019 dan tahun berikutnya. “Gedung yang akan dibangun adalah ruang belajar, kantor, area olahraga, masjid, taman dan lainya,” ujarnya.**