MEDAN – Wagubsu Nurhajizah  mengatakan perlunya sinerji yang intens bagi pelaku-pelaku pengelolaan Danau Toba dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi UNESCO agar Geopark Kaldera Toba masuk dalam Global Geopark Network. Termasuk kalangan gereja dalam hal ini HKBP.

 “Sinergi kita belum maksimal, masing-masing hanya bekerja sendiri,” ujar Wagubsu yang didampingi Kadis Lingkungan Hidup Provsu Dr Hidayati dan mewakili Kadis Pariwisata Provsu  Kabid Sejarah Disbudpar Provsu Unggul S.

Hal tersebut dikatakan Wagubsu Nurhajizah Marpaung pada saat menerima audiensi Ketua Komisi Pelaksana Pelayanan Strategis (KPPS) HKBP Bidang Lingkungan Hidup Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Petrus Sumihar Tambunan beserta Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BPGKT) Alimin Ginting, Selasa (12/9) di ruang kerja Wagubsu Lantai 9 Kantor Gubsu.

Dikatakatakan Wagubsu bahwa dirinya melihat daerah-daerah yang memiliki geo area masih bekerja sendiri-sendiri sehingga semua geo area yang ada di Sekitar Danau Toba tidak maksimal pembenahannya dan dikhawatirkan 5 rekomendasi UNESCO tersebut tidak dapat ditindaklanjuti.

Diakui Wagubsu memang waktu yang diberikan untuk menindaklanjuti 5 rekomendasi tersebut cukup singkat. Namun perjuangan untuk meraih hal tersebut sudah sejak Tahun 2015. Untuk itu Wagubsu mengajak semua pihak lebih intens dan memanfaatkan waktu yang ada.  “Kita serius, kompak dan punya keyakinan bahwa Danau Toba layak jadi Geopark Dunia. Mudah-mudahan perjuangan kita tidak sia-sia,” imbuh Nurhajizah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dr Hidayati juga sependapat dengan yang dikatakan Wagubsu. Dirinya juga mengajak seluruh pihak pengelola Geopark Kaldera Toba agar terus berkoordinasi dan bersinerji. “Semua program kita satukan untuk percepatan tindaklanjut 5 Rekomendasi  UNESCO dan berkomitmen sungguh-sungguh bahwa kita mampu menindaklanjuti 5 rekomendasi UNESCO tersebut,” kata Hidayati.

Ketua Komisi Pelaksana Pelayanan Strategis (KPPS) HKBP Bidang Lingkungan Hidup Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Petrus Sumihar Tambunan melalui Leo Hutagalung mengatakan audiensi dilakukan dalam rangka menyampaikan program kerja KPPS terkait kerjasama dengan program kerja Badan Pengelola Geopark kaldera toba (BPGKT) dan Badan Pengelola Otorita Danau toba (BPODT) di bidang pariwisata. “Kerjasama difokuskan pada salah satu rekomendasi UNESCO yakni aktivitas edukasi (Pendidikan) pada masing-masing area, “sebut Leo Hutagalung.

Pihak Gereja (HKBP) setelah dilakukan koordinasi sangat mendukung Geopark Kaldera Toba. Selain itu beberapa Gereja juga memiliki lahan apabila diperlukan untuk membuat sesuatu dalam rangka mendukung Geopark Kaldera Toba. “Pada intinya pihak gereja sangat mendukung dan mau ikut berpartisipasi dan bersedia berikan lahan untuk dijadikan tempat guna mendukung Geopark Kaldera Toba,” katanya.