MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH mengapresiasi keberadaan Rahmat Wildlife Museum & Galery dan Monumen Keadilan Nasional yang telah menginspirasi masyarakat Sumatera Utara sejak lama. Kedua juga menjadi kebanggan masyarakat Sumut.

Hal tersebut disampaikan Wagubsu Nurhajizah saat menghadiri buka bersama, sekaligus syukuran 19 tahun berdirinya Rahmat International Wildlife Museum & Galery dan 7 tahun berdirinya Monumen Nasional Keadilan, Medan, Kamis (31/5).

“Museum ini juga memberikan pengetahuan kepada anak-anak, bahwa bukan hanya manusia yang hidup di dunia ini, tetapi ada makhluk lain juga yang ada di dekat kita, yang harus kita jaga,” kata Wagubsu.

Selain itu, Nurhajizah juga mengatakan anak-anak sekarang kurang menikmati hidup. Tempat bermain anak-anak telah habis. “Dahulu di desa ada lapangan bola, sekarang banyak lapangan bola beralih lahan., Anak anak muda harus diberikan ruang sesuai dengan haknya,” katanya.

Tentang Monumen Nasional Keadilan, Nurhajizah mengatakan monumen tersebut dibangun untuk mengenang berbagai kasus ketidakadilan yang dialami masyarakat, terutama warga yang kurang mampu. “Artinya kaum yang lemah, meraka yang tidak mampu khususnya, beliau mampu mengangkat itu agar setiap orang sama keadilan di depan hukum,” ujarnya.

Dikatakan juga, acara buka bersama dan silaturahmi tersebut merupakan momentum bagi seluruh komponen masyarakat untuk berkumpul. Serta membicarakan apa yang diperbuat untuk pembangunan di Sumatera Utara. “Kemudian mengaplikasikannya melalui program-program kesejahteraan masyarakat,” katanya.

BACA JUGA  Wagubsu Minta PT PPSU Segera Gelar RUPS

Terkait Monumen Nasional Keadilan, Ketua Yayasan Rahmat Dr H Rahmat Shah mengatakan bahwa keadilan dibutuhkan oleh semua orang. “Kalau keadilan ditegakkan, keadilan itulah yang mencerminkan suatu bangsa,” kata Rahmat.

Rahmat juga mengutip perkataan Mahatma Gandhi,  yang menyebut kebesaran moral sebuah bangsa dilihat dari cara mereka memperlakukan satwa. “Karena kita diberi anugrah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai negara dengan jenis satwa yang banyak, maka kita harus peduli pada satwa,” ujar Rahmat.

Diketahui, Rahmat International Wildlife Museum & Galery berdiri pada 14 Mei 1999. Sedangkan Monumen Nasional berdiri pada tanggal 19 Maret 2011.

Turut hadir di acara itu, Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara Dr H Cicut Sutiarso SH M Hum, Anggota DPR RI Raden Muhammad Syafi’i, Ketua DPRD Sumatera Utara Wagirin Arman, Bupati Labuhan Batu Utara H Kharuddin Syah SE, para ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat**