Wagubsu Buka Rapat Anggota KONI Sumut, Atlet Sumut Harus Mampu Tembus 5 Besar PON Papua
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah menghadiri sekaligus membuka kegiatan Rapat Anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2019 di Polonia Hotel Jalan Sudirman Medan, Jumat malam (25/1/2019). Wagubsu berharap kedepan para pengurus dapat meningkatkan prestasi atlet dan bisa masuk peringkat lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua Nantinya. (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian)

MEDAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara (Sumut) harus mampu mendorong peningkatan prestasi para atlet, baik di tingkat nasional maupun internasional. Serta masuk posisi lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah saat membuka secara resmi Rapat Anggota KONI Sumut Tahun 2019, di Polonia Hotel Medan, Jumat malam (25/1). Pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Wagubsu Musa Rajekshah.

“Kita berharap nantinya pada PON 2020 di Papua Sumut bisa menduduki posisi 5 besar dan bisa menyumbangkan medali emas untuk cabang-cabang olahraga yang ada. Melalui rapat anggota ini KONI Sumut bisa menerima aspirasi dan masukan dari setiap pengurus cabang,” ujar Wagubsu.

Dikatakan Wagubsu, dalam sejarahnya prestasi olahraga Sumut tidak kalah dengan sejumlah provinsi. Bahkan untuk sejumlah cabang olahraga (Cabor) seperti atletik, renang, bahkan sepakbola Sumut dikenal sebagai gudangnya atlet nasional.

“Sekarang tak berprestasi tidak ada alasan bagi KONI Sumut. Kalau tidak, berarti ketua KONI yang salah. Sumut harusnya tidak boleh kalah dalam provinsi lain dalam hal olahraga. Banyak cabang olahraga dulu kita pernah menduduki prestasi, seperti renang, sepeda, lari (atletik). Sepakbola kita pernah membanggakan untuk tingkat nasional, bahkan internasional,” ucap Musa Rajekshah.

Apalagi pada tahun 2019, pemerintah provinsi sangat peduli terhadap anggaran olahraga. Musa Rajekshah menyampaikan bahwa anggaran KONI Sumut meningkat dibanding tahun 2018.

BACA JUGA  Silaturahmi dengan Masyarakat Sumut di Jakarta, Edy Rahmayadi Ajak Berkontribusi Membangun Daerah

“Yang pastinya apa yang diminta KONI untuk anggaran sesuai apa yang direncanakan menurut prestasi dari cabang – cabang olahraga. Nanti disampaikan dalam rapat kerja, biar KONI yang menyampaikan apa yang menjadi program kerja dan bagaimana anggaran yang disupport pemerintah. Pastinya ini kita support karena olahraga ini sangat penting bagi prestasi kita dan penting buat nama provinsi kita,” jelas Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Selain membahas program kerja persiapan menuju PON 2020, pada rapat anggota tahun ini juga membahas persiapan Sumut bersama Aceh menjadi tuan rumah PON 2024. Salah satunya adalah mempersiapkan pembangunan sport centre untuk sarana dan prasarana olahraga menuju tuan rumah PON ke -21.

Pada kesempatan itu, Ijekc juga menyampaikan, bahwa Gubsu Edy Rahmayadi sudah merencanakan pembangunan area sport centre di atas lahan seluas 200 hektar yang merupakan lahan eks HGU PTPN II. Dengan adanya sport centre, tidak hanya bermanfaat saat Sumut menjadi tuan rumah PON 2024, tetapi juga bisa nantinya dipercaya sebagai tuan rumah event-event berskala nasional maupun kejuaraan dunia.

“Pastinya kita berharap lahan ini cepat selesai permasalahannya dan diserahkan kepada kita. Setelah selesai kita akan anggarkan untuk pembangunan. Kita tahu pembangunan ini tidak bisa dalam anggaran satu tahun pasti ada anggaran multi years. Kita juga berharap melalui APBN dan ke depan sport centre ini jika sudah terbangun pengelolaannya juga wajib dipikirkan. Jangan sampai kita bisa membangun tapi tidak bisa merawat. Mudah – mudahan Sumut menjadi salah satu gudang atlet berprestasi untuk tingkat dunia,” harap Wagubsu

BACA JUGA  Pemprov Sumut akan Galakkan Sport Tourism untuk Dongkrak Pariwisata

Sementara Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis menyampaikan, rapat anggota KONI Sumut membahas program kerja tahun 2019 sekaligus evaluasi program kerja 2018. Salah satu evaluasi program kerja yang menjadi sorotan adalah tertundanya pelaksanaan Porprovsu yang harusnya terlaksana November 2018 harus diundur Juni 2019. Sementara untuk program KONI Sumut 2019 yang paling strategis adalah persiapan mengikuti Prakualifikasi PON 2020 Papua, baik melalui Porwil Sumatera ataupun Kejurnas.

“Program selain Porprovsu, yang tidak kalah penting adalah mengikuti pra PON 2020 Papua. Prakualifikasi melalui Porwil Sumatera di Bengkulu September dan mempertandingkan 11 cabor. Selebihnya Pra PON melalui kejurnas yang dimulai April,” ucap John.

Sebelumnya, Ketua Panitia Ir Sakiruddin menjelaskan, rapat anggota KONI Sumut diikuti 62 orang perwakilan KONI kabupaten/kota, 94 orang Pengprov cabang olahraga, serta 8 orang badan fungsional.

Rapat anggota yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung tema “Satu tekad mewujudkan Sumut Emas pada PON XX/2020 dan sukses PON XXI/2024. Rapat anggota KONI Sumut juga dihadiri Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprovsu Zony Waldi, Kepala Balitbang Provsu Effendy Pohan dan Kadispora Provsu H Baharuddin Siagian.**