Wagubsu Dorong Pabrik Kelola Limbah Sendiri
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas di Pabrik Gunung Melayu Satu, Asian Agri, Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan, Kamis (13/12/2018). Wagubsu berharap agar kedepannya ini menjadi contoh buat pabrik yang ada di Sumatera Utara dan juga Indonesia. (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian)

ASAHAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah mendorong perusahaan kelapa sawit untuk mengelola limbah industrinya sendiri. Selain untuk menghindari pencemaran lingkungan hidup, juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas, energi listrik dan barang berharga lainnya.

Hal itu disampaikan Wagubsu saat berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Pabrik Gunung Melayu Satu (PGMS) PT Saudara Sejati Luhur, Asian Agri, di Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan, Kamis (13/12). “Saya berharap seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) di Sumut membangun PLTBg seperti yang dilakukan Asian Agri. PLTBg penting karena bisa mengurangi emisi gas rumah kaca,” katanya.

Menjaga lingkungan, kata Wagubsu, sangat penting khususnya untuk kepentingan generasi berikutnya. “PLTBg juga akan menolong pemerintah dalam pemenuhan energi listrik,” ujarnya

Sementara itu, Head Plantation Asian Agri Sumut dan Riau Omri Samosir mengatakan, selain mampu menekan pencemaran, Asian Agri kedepan akan memiliki 10 PLTBg, setelah tiga unit yang sedang dalam pembangunan di Sumatera Utara, diharapkan bisa selesai secepatnya. “Sebelumnya sudah ada tujuh PLTBg yang beroperasi dan ditambah tiga lainnya yang sedang dalam proses, maka akan ada 10 unit PLTBg Asian Agri,” ujarnya.

Omri mengatakan, target pembangunan 20 unit PLTBg di tahun 2020 sebagai wujud Asian Agri mendukung program pemerintah dalam pengurangan emisi gas rumah kaca. “Meski ada unsur bisnis, tetapi pengembangan PLTBg Asian Agri lebih utama kepada penjagaan dan peningkatan penjagaan lingkungan,” katanya.

BACA JUGA  Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Segera Diwujudkan, Wagubsu Tegaskan Akan Terapkan Sanksi dan Penghargaan Bagi OPD

Dijelaskan, PLTBg merupakan hasil pemanfaatan limbah cair pabrik minyak kelapa sawit (PMKS. “Penjagaan lingkungan sangat penting, apalagi ada isu negafif sawit dari luar negeri,” katanya.

PLTBg juga dapat mengurangi risiko besarnya gas metana yang dilepaskan ke udara, yang merupakan salah satu penyebab pemanasan global. “Gas Metana memiliki potensi lebih besar ketimbang gas karbon dioksida (CO2) sehingga memang harus ditekan,” katanya.

Disebutkan juga, dari 10 PLTBg yang sudah dan sedang dalam proses pembangunan, beberapa PLTBg seperti di PGMS PT Saudara Sejati Luhur di Asahan, sudah bisa menjual hasil listriknya ke PT PLN. PLTBg PGMS yang dibangun pada 2015 misalnya sejak 2017 sudah menjual listrik ke PLN sekitar 30 persen dari potensi produksi listriknya sekitar 2 MW – 2,8 MW. Sedangkan 70 persen lainnya digunakan untuk kepentingan atau kebutuhan perusahaan.

Dia menjelaskan, tujuh PLTBg yang sudah beroperasi terdiri dari dua unit di Sumut (Asahan dan Negeri Lama Labuhanbatu), dua unit di Jambi dan tiga unit PLTBg di Riau. Sementara tiga PLTBg yang akan beroperasi juga, semuanya di Sumut yakni Gunung Melayu 2 Asahan, Aek Nabara dan Tanjung Selamat di Labuhanbatu.

‌Tehnical Controller Mill Wilayah Asahan Asian Agri Budi Darmawansyach, menyebutkan PLTBg yang menggunakan limbah cari dari pabrik kelapa sawit berkapasitas 60 ton/jam memang berpotensi menghasilkan energi listrik sekitar 2,2 MW. “Kerja sama pasokan listrik dengan PLN terus ditingkatkan. Kalau tahap I kerja sama masih sekitar 400 Kwh per jam, maka tahap II sebesar 800 Kwh sehinga nantinya ada 1.200 Kwh,” katanya.

BACA JUGA  Pemprovsu Buka Peluang Kerja Sama dengan Pihak ke Tiga dalam Pengelolaan dan Penyediaan Air Bersih

Turut hadir mendampingi Wagubsu, Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprovsu Zonny Waldi dan Kadis Perkebunan Provsu Herawati.**