Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr. Hj. Nurhajizah Marpaung, S.H, M.H. menghadiri pembekalan politik bagi lembaga masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam rangka perempuan dibidang politik dan hukum di ruang rapat F.L. Tobing lantai 8 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Kamis (31/5/2018). Wagubsu meminta agar kedepan banyak perempuan yang ikut duduk di legislatif dan pemerintahan, dikarenakan perempuan adalah kunci kedisiplinan.

MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH memotivasi kaum perempuan untuk terjun ke dunia politik. Alasannya, hanya kaum perempuan yang memahami persoalan kaumnya.

Hal itu disampaikan Wagubsu Nurhajizah pada acara Pembekalan Politik Bagi Lembaga Masyarakat, Tokoh Agama dan Toko Masyarakat dalam rangka pemberdayaan perempuan di bidang politik, Kamis (31/5) di ruang rapat Ferdinan Lumban Tobing, lantai 8 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Dipenegoro Medan.

Hadir pada acara tersebut Kadis Perberdayaan Perempuan dan Perlindangan Anak Pemprovsu Hj Nurlela  serta sejumlah peserta dari perwakilan berbagai partai politik dari 3 Kabupaten (Deli Sedang, Binjai dan Sergai).

Di kesempatan itu, Wagubsu Nurhajizah mengatakan, negara sangat membutuhkan peran perempuan di legislatif dan yudikatif. “Kita harus mengambil peran di kedua lembaga tersebut, kaum perempuan sangat penting untuk memperjuangkan hak-haknya dan juga untuk kepentingan masyarakat,”ujarnya.

Kendati perempuan memiliki multi peran, mulai dari sebagai Istri, ibu, terkadang pekerja hingga terjun di dunia politik. “Tapi saya sebagai perempuan sudah membiasakan disiplin, dengan itu semua akan teratasi dan itu saya terapkan dalam hidup saya sejak remaja dulu,” katanya.

Meski demikian, Nurhajizah juga mengatakan  untuk terjun ke dunia politik membutuhkan perjuangan, mulai keluarga, hingga ekonomi. “Tidak mudah memang terjun ke politik dan selama memiliki keyakinan juga semangat, ditambah dukungan keluarga dan ekonomi, saya rasa kita mampu,” ujarnya.

Selain itu, menurut Nurhajizah, perempuan yang terjun ke politik juga harus memiliki strategi yang tepat sasaran. ” Meski kita pemain baru tapi bila yakin dengan semangat dan dorong  dari keluarga, serta memiliki strategi, pasti kita bisa, meski lawan kita memiliki pengalaman ditunjang dengan uang yang banyak,” ujarnya.

Karena itu, Nurhajizah sangat berharap, di setiap kabupaten/kota ada perempuan yang memiliki peran untuk pembangunan di daerahnya.

Hal senada juga disampaikan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provsu Hj Nurlela, bahwa perempuan saat ini memiliki peran tidak hanya di rumah, tapi juga pada negara termasuk pembangunan di daerahnya. “Minimnya peran perempuan di kabupaten/kota tidak akan mampu mengangkat dan memperjuangkan hak-haknya, karena hanya perempuan yang mengetahui peran dan kebutuhannya,” ujarnya.**