Wagubsu Dr. Hj. Nurhajizah Marpaung SH, MH menerima Obor Paskah Nasional di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rumah Persembahan Jalan Jamin Ginting Medan, Jumat (20/4)

MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Nurhajizah Marpaung SH MH menghadiri perayaan Paskah Provinsi Sumatera Utara tahun 2018, Jumat (20/4) di Gereja Bethel Indonesia Rumah Persembahan Jalan Jamin Ginting Km 11,5 Nomor 65 Medan. Pada kesempatan itu Wagubsu sebagai Ketua Umun Perayaaan Paskah Nasional tahun 2018 menerima obor Paskah.

Wagubsu Nuhajizah mengatakan, perayaan Paskah Provinsi Sumatera Utara ini merupakan barometer Perayaan Paskah Nasional Tahun 2018. Perayaan paskah yang dihadiri ribuan umat Kristiani dari berbagai gereja di Provinsi Sumatera Utara ini berlangsung dengan aman dan lancar. Ini karena kerjasama yang baik dari berbagai pihak.

“Perayaan Paskah Provinsi Sumatera Utara umatnya terlihat sangat antusias dan berlangsung dengan damai. Saya optimis perayaan ini menjadi barometer Perayaan Paskah Nasional Tahun 2018 di Sigulatti nantinya,” ujar Nurhajizah.

Wagubsu juga mengharapkan, semangat perayaan paskah provinsi Sunatera Utara tahun 2018 dapat meningkatkan kerukunan seluruh umat beragama, khususnya di Sumatera Utara. “Kita harus bersatu, walupun berbeda-beda. Perbedaan itu yang membuat kita semakin damai dan solid,” sebutnya.

Nurhajizah mengajak kepada seluruh masyarakat, khususnya di Sumatera Utara untuk terus menjaga kerukunan umat bergama yang selama ini terjalin di Sumatera Utara. Selain perayaan Paskah, pada saat puasa, Idul Fitri dan perayaan keagamaan lainnya seluruh masyarakat harus saling menjaga dan mengawal. “Bukan hanya polisi yang menjaga dan mengawal, tetapi itu tanggung jawab seluruh masyarakat, untuk mengawal dan menjaga kerukunan umat beragama di Sumatera Utara,” ungkapnya.

Ketua Lembaga Paskah Nasional Pdt Dr A Shephard Supit mengapresiasi  Panitia Paskah Nasional Tahun 2018. Menurutnya, Paskah Nasional ke-14 Tahun 2018 ini memiliki keunikan. Keunikan pertama dilaksanakan di 8 kabupaten/kota. “Di Sulawesi Utara cuma di empat kabupaten saja,” ujarnya.

Uniknya lagi, lanjut dia, kirab obor Paskah Tahun 2018 ini melintasi tiga pulau dan 29 kota. Yang ketiga, Paskah sebagai perayaan keagamaan umat Kristiani, tetapi dipimpin dan diketuai yang beragama Islam,  namun panitianya bisa duduk bersama dan mempersiapkan perayaan Paskah ini dengan baik dan besar. “Panitia Paskah Nasional ke-14 kali ini menandakan bahwa di Sumut kerukunan dan keharmonisan itu benar-benar kuat,” sebutnya.

Ketua FKUB Sumut Maratua Simanjuntak mengatakan bahwa tema Paskah Tahun 2018 yaitu ‘Karya Terbesar’ sangat tepat. Perayaan Paskah inilah yang disebut karya terbesar di Provinsi Sumatera Utara. Dihadiri ribuan umat Kristiani dan umat beragama lainnya, duduk bersama dan perayaannya berjalan dengan hikmad dan lancar. “Mari terus kita jaga dan pertahankan kerukunan di Sumut. Kerukunan umat itu merupakan budaya di Sumatera Utara,” sebutnya.

Turut hadir pada perayaan tersebut mewakili Forkopimda Provinsi Sumut, Ketua Pelaksana Harian Paskah Nasional Ir Bonar Sirait, para pimpinan agama, para bupati se kawasan Danau Toba, tokoh-tokoh lintas agama, tokoh masyarakat dan ribuan umat Kristiani dari kota Medan.