MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Brigjen (Purn) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH, MH memimpin  rapat terkait penangganan lanjutan untuk korban bencana alam erupsi Gunung Sinabung, Jumat (2/3) sore di Aula Marah Halim Lantai IX Kantor Gubsu, Jalan Dipenrgoro Medan

Hadir pada rapat tersebut Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kepala BPBD Provsu Riadil Akhir Lubis, Kadis Kehutanan Sumut Halen Purba serta sejumlah unsur Forkopinda Sumut yang terkait dengan penangganan bencana alam erupsi Sinabung.

Rapat ini, kata Wagubsu Nurhajizah merupakan tindak lanjut dari kunjungan Kepala BNPB yang langsung meninjau  kondisi para pengungsi korban bencana alam dari tahun 2010 ini beberapa hari yang lalu.

“Ketika itu kita mengambil penangganan bila terjadi erupsi atau datang lahar dingin dan lahar panas, dan  mobil patroli  yang telah siap sedia serta hunian buat para korban. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) bersama dengan pemerintah pusat telah membangun DAM sebagai tempat aliran lahar dingin, ujar Wagubsu.

Dijelaskan Nurhajizah bahwa untuk DAM sendiri merupakan proyek pembangunan infrastruktur pemerintah pusat dalam jangka panjang. Direncanakan akan dibangun 14 (empat belas) buah DAM yang akan diselesaikan hingga akhir 2019.

“Untuk tahun 2018 ini akan diselesaikan sebanyak 10 (sepuluh) DAM, sisanya 4 lagi akan diselesaikan hingga akhir tahun 2019, “katanya.

Yang paling penting dalam menghadapi bencana alam erupsi Gunung Sinabung ini adalah bagaimana masyarakat dapat melakukan tanggap darurat yakni penanganan masyarakat yang langsung secara seketika, cepat dan efektif sehingga tidak sampai memakan korban jiwa.

Namun kata Wagubsu, yang menjadi kendala dalam penanganan korban bencana alam erupsi Sinabung ini adalah relokasi pemukiman pengungsi. Saat ini masih ada kendala dalam hal pembebasan lahan.

“Untuk itu Saya harapkan peran Bupati Karo dan Camat hingga Lurah untuk serius dan bergerak cepat dalam menyelesaikan permasalahan ini sehingga pemukiman tersebut dapat segera dihuni oleh para pengungsi, “ucapnya.

Sementara Bupati Karo Terkelin Bharmana mengatakan saat ini tidak ada lagi masyarakat tinggal dipengungsian, sebab sudah adanya lokasi tempat tinggal untuk korban erupsi Sinabung yakni untuk relokasi mandiri tahap  pertama yang berada di Siosar telah dihuni 370 kepala keluarga.

“Relokasi lahan tersebut untuk warga Desa Bakerah dan Desa Simacem Kecamatan Naman Teran serta Desa Suka Meriah Kecamatan Payung. Relokasi disana sudah dibangun rumah beserta infrastuktur, yang lahannya menggunakan lahan pinjam pakai milik hutan lindung, “paparnya.

Untuk relokasi mandiri tahap kedua sebanyak 1.650 KK dan telah selesai 879 KK sisanya pada akhir maret 2018. Terakhir relokasi mandiri tahap ketiga, rencananya akan dibangun 1.098 unit rumah dimana untuk kebutuhan pemukiman masih tahap pembebasan lahan.

Disamping masalah pembebasan lahan untuk relokasi pemukiman, masyarakat yang disiapkan tempat tinggal juga meminta lahan pertanian, begitu juga sebaliknya masyarakat yang diberikan lahan pertanian meminta tempat tinggal, pungkasnya.