MEDAN – Meski hujan mengguyur Kota Medan sejak pagi hari, tidak menyurut semangat masyarakat, mahasiswa dan pelajar memadati Gelanggang mahasiswa Pascasajarana UINSU Sutomo, Rabu (10/10/2018) untuk melihat perlombaan cabang Syarhil Quran MTQ Nasional XXVII tahun 2018.

Perlombaan hari keempat Syarhil Quran yang dimulai pukul 08.00 wib ini, diikuti 16 peserta yakni dari Provinsi Sulawesi Utara, Bengkulu, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Bali, Sulawesi Tengah, Riau, Papua, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

“Hari ini penentuan peserta yang masuk final, jadi kami kemari ingin melihat dan berharap kalau peserta Provinsi Sumut masuk final dan nanti jadi pemenang,” ujar Rahmawati, salah satu penonton bersama anggota perwiridan dari Medan Tembung.

Diakuinya, antusias mereka melihat seluruh cabang perlombaan MTQ nasional di Kota Medan ini sangat tinggi, karena selain sebagai tuan rumah juga bisa melihat kemampuan generasi-generasi muda Islam dalam menyiarkan isi kandungan Al Quran.

“Ini kan acara nasional dan Kota Medan jadi tuan rumah. Sudah seharusnya kita mendukung dan mensukseskan acara ini dengan melihat ramai-ramai semua cabang lomba yang ada,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Agung salahseorang mahasiswa pascasarjana UINSU yang datang, melihat perlombaan bersama kawan-kawannya. “Kami senang bisa melihat perlombaan MTQ nasional ini karena bisa jadi pembelajaran buat kami untuk berani dalam mensyiarkan agama dan ajaran Islam,” katanya.

Pelajar MAN 3 Kota Medan yang juga ikut meramaikan perlombaan Syarhil Quran, Putri Nurazizah mengatakan, rasa senangnya bisa melihat perlombaan MTQ karena di sekolah ada ekstrakulikuler syarhil quran sehingga bisa belajar melihat langsung peserta yang tampil.

Guru MAN 3, M Yusuf mengatakan, pihaknya memang sengaja membawa siswa-siswa nya melihat seluruh perlombaan MTQ dan kali ini untuk cabang Syarhul Quran.

“Dengan melihat ini mereka bisa belajar dan berani nantinya untuk berdakwah karena yang ikut dalam MTQ nasional ini juga masih berusia muda tapi berprestasi,” imbuhnya.

Dekan Fakultas Dakwah UINSU, Saiman, menyambut baik karena sudah melibatkan UINSU dalam menyediakan tempat untuk penyelenggaraan MTQ nasional di Kota Medan.

“Acara ini harus bisa membangkitkan semangat generasi muda khususnya mahasiswa UINSU untuk belajar Al Quran, memahami isi al quran dan juga mentafsirkannya. Selain itu juga sebagai ajang meningkatkan ukhuwah islamiyah karena yang hadir dari seluruh Indonesia,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, panitia juga membagikan secara gratis Al Quran kepada penonton cabang Syarhil Quran.