Para peserta tampil maksimal pada final Tilawah Dewasa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Lapangan Utama Astaka, Tebing Tinggi, Rabu (9/9) malam. (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut : Parada Al Muqtadir)

TEBING TINGGI – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang berlangsung sejak, Sabtu (5/9), di Kota Tebing Tinggi, hampir memasuki babak akhir. Para peserta dari berbagai daerah di Sumut pun tampil maksimal di seluruh cabang lomba yang ada.

Kemahiran para qari/qariah membaca dan melantunkan ayat-ayat Alquran itu pun mendapat pujian dari Ketua Dewan Hakim Cabang Seni Bacaan Alquran Yusnar Yusuf Rangkuti. Bahkan menurutnya, kemampuan peserta MTQ saat ini sudah setara dengan qari/qariah tingkat nasional.

“Ada beberapa yang kemampuan bacaanya sudah layak untuk ikut MTQ Tingkat Nasional, tinggal dilatih lagi maka sudah layak untuk mewakilkan Sumatera Utara di MTQ Nasional, dan ada beberapa qari/qariah yang mengikuti MTQ ke-37 ini yang memang sudah punya pengalaman bermain di tingkat nasional,” ujar Yusnar Yusuf ditemu di sela-sela acara final Tilawah Dewasa di Area Utama Lapangan Merdeka, Kota Tebingtinggi, Rabu (9/9) malam.

Namun menurut Yusnar, ajang ini tidak hanya untuk mencari yang terbaik, melainkan juga untuk mengasah kemampuan para peserta sekaligus menjadi bekal dalam kehidupan. “MTQ menjadi ajang mengampanyekan Alquran dan mendakwahkan Alquran kepada generasi milenial, sehingga bisa meningkatkan generasi muda yang gemar belajar membaca dan melatunkan Alquran dengan lantunan suara indah,” harapnya.

Sebelumnya, salah seorang peserta Golongan Tilawah Remaja yang masuk babak final, Ahmad Khairi Novandra mengatakan bahwa persaingan tahun ini lebih berat dari tahun sebelumnya. “Saya pernah mengikuti MTQ Tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Kabupaten Asahan tahun 2015 dan di Kabupaten Dairi tahun 2017, namun MTQ tahun ini saya rasa persainganya cukup ketat dan hampir semua peserta yang ada di final cukup rata kemampuannya,” ujar Andra yang merupakan kafilah asal Kota Medan.

Menurut Andra, yang pernah menjuarai acara Indonesia Mengaji yang diselenggarakan stasiun televisi Indosiar, tidak cukup hanya mempunyai lantunan suara yang merdu untuk menjadi suara, sebab mental juga menentukan. “Kita diberi waktu 10 menit untuk tampil. Kemampuan yang baik, tapi mental down saat ada di atas mimbar bisa membuat kita gagal untuk menjadi juara. Jadi mental kita itu juga amat penting,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan peserta Tilawah Dewasa Putri, Lili Nurindah Sari yang merupakan kafilah Serdang Bedagai. Menurutnya, MTQ tahun ini persainganya cukup berat, tapi ia bersyukur bisa masuk babak final.

“Alhamdulillah, sudah bisa masuk final. Saya sudah bersyukur bisa berada di tahap ini. Jika melihat kemampuan dari peserta lain yang mantap mantap kali, persaingan kali ini sangat berat. Tapi saya tetap optimis bisa jadi juara dan mewakili Sumut di MTQ Nasional tahun ini,” harapnya.** (H18)