Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menghadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Yayasan Haji Anif tahun 2020 yang diselenggarakan di Masjid Al Musannif, Komplek Cemara Asri, Jalan Cemara, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Minggu (15/3/2020). MTQ ini diselenggarakan dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke 81 H. Anif Shah. (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu / Imam Syahputra).

DELISERDANG – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengapresiasi niat baik tokoh masyarakat H Anif Shah yang kembali menggelar Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-2 Tahun 2020 melalui Yayasan Haji Anif (YHA). Melalui kegiatan ini diharapkan akan tumbuh generasi penerus penjaga Alquran.

Hal itu disampaikan Gubernur ketika membuka MTQH 2 YHA 2020 di halaman Masjid Al-Musannif Jalan  Cemara Medan Estate Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang, Minggu (15/3). Gubernur menyebutkan bahwa ajang ini merupakan amal ibadah khususnya bagi seorang tokoh masyarakat H Anif yang saat ini juga tengah berulang tahun yang ke-81. Apalagi langkah baik ini juga dianjurkan Rasulullah Muhammad SAW.

“Untuk melatih dan berbuat (kebaikan) agar tercipta anak-anak kita yang Qurani, hafiz dan hafizah, sehingga Alquran terjaga dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Semoga rakyat kita menjadi orang yang taat beribadah,” sebut Gubernur.

Sementara itu, tokoh masyarakat Sumut H Anif juga didaulat masuk dalam catatan Museum Record Dunia Indonesia (MURI) oleh Jaya Suprana (pendiri MURI), sebagai tokoh yang aktif memberikan kontribusi kebaikan kepada rakyat bahkan hingga menginjak usia 81 tahun.

“Di usia ini, Saya mohon doa dari semua yang hadir, agar dikasih Allah umur yang berkah, berguna,  bermanfaat bagi orang banyak,” ujar Anif.

Anif juga berpesan kepada para hadirin khususnya sang anak yang diantaranya adalah Wakil Gubernur Sumut H Musa Rajekshah untuk melanjutkan MTQH ini di tahun-tahun mendatang. Meskipun dirinya kelak, sudah tidak bisa lagi berkumpul bersama.

“Kalau saya tak ada lagi, MTQ ini akan terus ada. Saya minta ke anak cucu saya untuk terus dilaksanakan. Mohon maaf kalau ada kesalahan di sana sini,” kata Anif.

Sedangkan Ketua Yayasan H Anif sekaligus juga Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menyambut baik kehadiran peserta dan masyarakat yang semakin antusias mengikuti MTQH yang digelar pertama kali pada 2019 lalu. Apalagi kehadiran sang Ayah di ajang ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi mereka.

“Hari ini kami berbahagia, semua bisa berkumpul. Tahun lalu orang tua kami tak bisa hadir. Dan kali ini, peserta MTQ bertambah. Bahkan kalau tak kita tutup (pendaftaran peserta) bisa over (berlebih). Karena yang hadir bukan dari Sumut saja, tetapi dari provinsi-provinsi lain juga bahkan dari Kuala Lumpur Malaysia,” sebut Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Ijeck pun berharap kegiatan MTQH ini bisa berjalan lancar hingga 22 Maret 2020 mendatang. Meskipun saat ini diakuinya masalah virus corona (Covid-19) tengah menjadi perhatian dunia. Namun ajang ini tetap berlangsung dengan niat tulus untuk anak-anak dan remaja yang mencintai serta menjaga Alquran dan Hadits.

Imbauan Tentang Covid-19

Kesempatan itu, Gubernur Edy Rahmayadi juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat dalam menghadapi wabah Covid-19. Pertama adalah untuk tidak panik, tetapi juga menghindari kegiatan yang sifatnya keramaian. Jika ada batuk dan demam, gunakan masker dan hubungi pusat komunikasi khusus Covid-19 di nomor 0821-6490-2482, segera berobat ke Rumah Sakit.

Berikutnya, lanjut Gubernur, kepada umat Islam khususnya yang hadir di acara itu, agar membawa sajadah kecil atau sapu tangan sendiri untuk alas sujud saat beribadah di masjid. Tidak melakukan kontak fisik saat bersalaman.

Kemudian bagi yang bekerja dan beraktivitas sehari-hari, diminta gunakan cairan pembersih tangan atau tisu basah. Serta yang terakhir, diharapkan para ulama atau pemuka agama memimpin doa di rumah ibadah masing-masing.

Gubernur juga menyampaikan akan menunda pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) atau Sumut Fair 2020. “Saya mohon maaf, ada yang bikin acara, nanti kita akan anulir kembali. Seperti contohnya PRSU, Sumut Fair, ini kita tunda,” kata Edy Rahmayadi.

Diketahui, Sumut Fair 2020, rencana awalnya akan digelar 20 Maret hingga 20 April 2020 di Medan.  Edy mengatakan penundaan dilakukan karena tidak bisa mengontrol siapa yang hadir. Belum ada keputusan kapan Sumut Fair 2020 digelar.

Usai memberikan sambutan dan membuka MTQH ke-2 YHA 2020, Gubernur bersama sejumlah tokoh dan pejabat memukul beduk bersama pertanda dimulainya MTQH yang diikuti 1.060 peserta dari dalam dan luar Sumut.

Hadir diantaranya para tokoh Agama Islam, Ketua MUI Sumut Abdullah Syah, sejumlah Kepala Daerah seperti Akhyar Nasution (Plt Walikota Medan), Kharuddinsyah Sitorus (Bupati Labura), Andi Suhaimi (Labuhanbatu), Soekirman (Sergai) serta sejumlah pejabat Pemprov Sumut.