Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menerima Kunjungan Kuliah Kerja Perwira Siswa (Pasis) Seskoau A-57 dan Sesau A-13 TP. 2020 di Pendopo Gubernuran Sumut Jalan Sudirman Medan, Selasa (10/3/2020). (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut : Veri Ardian)

MEDAN – Selat Malaka menjadi fokus perhatian bagi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi terkait pertahanan dan keamanan. Sebab wilayah laut itu menjadi pertemuan tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura terutama jalur perdagangan.

Hal itu disampaikan Edy Rahmayadi saat menerima kunjungan Kuliah Kerja Departemen Manajemen Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan 57 dan Sekolah Staf Angkatan Udara (Sesau) Angkatan 13 di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jalan Sudirman Medan, Selasa (10/3).

Hadir diantaranya Komandan Seskoau Mars Muda TNI Henri Alfiandi, Wakil Komandan Seskoau Marsma TNI Jemi Trisonjaya, Kepala Kanwil Bea dan Cukai Sumut Oza Olavia, Pangkosekhanudnas III Medan Marsma TNI Djohn Amarul, Danlantamal I Belawan Laksma TNI Abdul Rasid dan Danlanud Soewondo Kol Pnb Meka Yudanto. Hadir juga Sekdaprov Sumut R Sabrina, Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi, para pimpinan OPD Pemprov Sumut dan undangan serta masyarakat.

Dalam paparannya, Edy Rahmayadi sedikit bercerita pengalaman sekaligus pengetahuannya terkait pertahanan dan keamanan (hankam) di Indonesia. Menurutnya, kawasan perbatasan Nusantara menjadi titik penting bagi bangsa ini, terutama TNI untuk menjaga kedaulatannya.

Karena itu, sebagai mantan Pangkostrad, Edy menerangkan pentingnya menjaga kawasan Selat Malaka. Alasannya, selain sebagai jalur perdagangan internasional, perbatasan Indonesia sangat rentan terjadi masalah. Baik kemungkinan adanya pencaplokan atau upaya klaim pihak asing, hingga penyeludupan barang terlarang.

“Pertanyaannya, kenapa Selat Malaka harus diamankan? Karena sekarang, penjajahan itu lebih ke arah ekonomi. Sehingga, TNI bertugas untuk menjaganya. Karena itu berbuatlah untuk bangsa kita. Karena orang (negara lain) sudah kemana-mana, jangan sampai kita tertinggal. Karena TNI Polri lah segalanya untuk keamanan bangsa ini,” jelasnya.

Sementara Komandan Seskoau Marsda TNI Henri Alfiandi menyampaikan, sekolah perwira ini mengikutsertakan sebanyak 151 orang untuk Seskoau dan 30 orang untuk Sesau. Program kuliah kerja tersebut wajib diikuti oleh para Pasis dalam rangka penyelesaian pendidikan terkait penanganan pengamanan wilayah.

“Kami mengucapkan terima kasih telah difasilitasi oleh Pemprov Sumut dalam hal ini. Pilihan ini karena di Sumut ada instansi terkait yang juga berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara,” pungkasnya.

Dalam kegiatan terebut, Seskoau pun memberikan cinderamata kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berupa replika pesawat tempur TNI AU yang sebelumnya memberikan kejutan perayaan hari ulang tahun Edy di akhir pertemuan itu.

Meskipun sederhana, namun suasana haru dan gembira terlihat dari acara tersebut. Bahkan setelahnya, Edy Rahmayadi pun memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu di hari ulang tahunnya yang ke-59 tahun. Berbagai ucapan selamat pun datang, termasuk Sekdapov Sumut R Sabrina dan jajaran pimpinan OPD Pemprov Sumut.