Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengirimkan 125 paket Alat Perlindungan Diri (APD) berupa baju coverall dan sepatu boot untuk Kepulauan Nias. APD tersebut diserahkan Kepala Dinas Pariwisata Sumut Ria Telaumbanua kepada Wakil Bupati Nias Arosekhi Waruwu di Pendopo Bupati Nias, Ononamolo I Gunungsitoli, Jumat (27/3). Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu / Parada Al Muqtadir).

GUNUNGSITOLI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengirimkan 125 paket Alat Perlindungan Diri (APD) berupa baju coverall dan sepatu boot untuk Kepulauan Nias. Ini merupakan bagian dari upaya Pemprov untuk percepatan penanganan Covid-19 di daerah ini.

APD tersebut diserahkan Kepala Dinas Pariwisata Sumut Ria Telaumbanua kepada Wakil Bupati Nias Arosekhi Waruwu di Pendopo Bupati Nias, Ononamolo I GunungSitoli, Jumat (27/3).  “Pertama Saya sampaikan salam Bapak Gubernur. Dua hari lalu beliau menelpon saya, memberikan instruksi langsung agar membawakan APD ke Kepulauan Nias. Sebenarnya ini bisa dikirimkan lewat paket. Namun beliau ingin saya mewakilkannya untuk memberikan langsung kepada bupati/walikota yang ada di Kepulauan Nias,” ujar Ria.

Dikatakan Ria, Pemprov Sumut saat ini baru menerima bantuan sekitar 1000 APD dari pemerintah pusat dan langsung didistribusikan ke daerah kabupaten/kota. Nias adalah daerah pertama yang mendapat kiriman APD tersebut.

Ria berpesan kepada para bupati dan walikota se-Kepulauan Nias agar serius mengantisipasi penyebaran Covid-19. “Saya ingin sampaikan kepada bapak/ibu sekalian bahwa saat ini penyebaran virus corona tidak bisa dianggap main-main. Untuk itu saya ingin seluruh kabupaten/kota yang ada di Kepulauan Nias ini serius untuk menanggulangi ini. Kepulauan ini harus kita jaga, itu yang paling dipesankan oleh Bapak Gubernur,” tambahnya.

Gubernur juga meminta agar ODP yang masuk ke Nias harus dipantau dengan ketat. “Yang penting saat ini adalah pencegahan. Setiap orang masuk harus benar-benar diidentifikasi. Yang berstatus ODP itu kalau perlu ditelepon tiga kali sehari. Pastikan dia terus berada di rumah. Jangan sampai ada yang positif di pulau ini,” ujarnya.

Ria pun mengajak agar terus berpikir inovatif dan berhenti untuk mengeluh. “Saat ini masker adalah barang yang langka. Seberapa banyak pun uang bapak tak akan mudah untuk mendapatkannya. Untuk itu mulailah berdayakan warga kita yang bisa menjahit, buat masker yang berbahan kain. Yang terbuat dari kain bisa dicuci dan dipakai lagi,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Ria juga memberikan elektrik sprayer kepada Kabupaten/Kota se-Kepulauan Nias, Museum Pusaka Nias, Polres Nias dan Kodim 0213/Nias.

Wakil Bupati Nias Arosekhi Waruwu mengucapkan terima kasih atas perhatian Gubernur Sumut pada Kepulauan Nias. “Saya mewakili kabupaten/kota se-Kepulauan Nias sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah memprioritaskan dan mengawasi kami untuk penanganan penyebaran wabah Covid-19 ini. Puji Tuhan sampai hari ini belum ada warga kita yang terinfeksi virus tersebut,” ujarnya.

Kemudian ia pun menjelaskan apa yang sudah dilakukan untuk mengantisipasi virus corona. “Langkah-langkah yang sudah kami ambil adalah dengan membentuk satuan gugus tugas di setiap kabupaten/kota se-Kepulauan Nias, dimana ketuanya adalah Wakil Walikota Gunungsitoli,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa anak sekolah yang ada di Kepulauan Nias sudah menerapkan sistem belajar dari rumah. “Kita juga sudah memberikan surat edaran, agar anak-anak kita belajar dari rumah mulai dari TK hingga SMA. Tak hanya itu, kita juga sudah membuat surat edaran agar warga menunda melakukan pesta dan melakukan ibadah di rumah masing-masing sebagai langkah antisipasi virus corona,” paparnya.

Arosekhi menyampaikan harapannya agar Pemprov Sumut membantu memfasilitasi alat di RSUD Gunungsitoli. “Cuma satu rumah sakit yang memungkinkan di Kepulauan Nias ini menjadi rujukan untuk penanganan Covid-19. Untuk itu kiranya pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat membantu melengkapi fasilitas kami, sehingga layak untuk menjadi rumah sakit rujukan. Karena jika nanti ada warga kami yang suspect akan sulit bila harus dibawa ke Rumah Sakit rujukan yang berada di luar Kepulauan Nias,”tambahnya.

Selanjutnya, Ria dan rombongan yang terdiri dari Dinas Kesehatan Provsu Bangun Hot Lumbangaol dan Direktur RSUD Gunungsitoli Julianus Dawolo mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli untuk melihat keadaan ruang isolasi yang nantinya akan menampung warga yang berstatus PDP. Pada RSUD Gunungsitoli tersebut terdapat 12 tempat tidur yang sudah disiapkan, dengan ruangan yang sudah memiliki ventilasi udara.