Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menghadiri rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Sumut terkait persiapan jelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (11/12/2019). (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu : Veri Ardian)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menghadiri rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Sumut terkait persiapan jelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (11/12/2019). (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu : Veri Ardian)

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyebutkan bahwa unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) merupakan hal penting dalam membawa provinsi ini maju, aman dan bermartabat. Karena itu koordinasi dan silaturahmi yang intensif diperlukan.

Hal itu disampaikan Gubernur pada Rapat Forkopimda jelang akhir tahun menyambut hari besar keagamaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (11/12).

Hadir di antaranya Kasdam I/BB Brigjen TNI Untung Budiharto, Dir Intelkam Polda Sumut Kombes Pol Ruslan Efendi, Kabinda Sumut Brigjen TNI Ruruh A Setyawibawa, dan unsur Forkopimda lainnya, serta perwakilan BUMN. Turut mendampingi Sekdaprov Sumut R Sabrina, dan sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut.

Menurut Gubernur, inti dari pelaksanaan rapat tersebut bukan hanya soal tanggung jawab koordinasi atau pertemuan semata, karena hal tersebut cenderung mengarah kepada seremonial belaka. Sedangkan substansinya adalah bersama menjaga dan mengawal Sumatera Utara tetap aman dan damai, serta bermartabat.

Disebutkan Gubernur, bahwa Sumut termasuk provinsi yang aman dan tentram. Tetapi bukan berarti antisipasi diabaikan begitu saja. Sebab dirinya membayangkan tempat seperti Mako Polrestabes Medan bisa terjadi ledakan bom yang dilakukan orang. Apalagi sampai menyalahkan sistem pengamanan yang kurang ketat di kantor Polisi.

Untuk itu, yang perlu dilakukan menurut Gubernur, bagaimana bersama mewaspadai bandit yang selalu meresahkan masyarakat. Semuanya mengimplementasikan rencana antisipasi sesuai tupoksinya, demi rakyat. Kesemuanya bukan untuk mencari siapa yang paling hebat dan paling bagus kinerjanya, tetapi bagaimana memberikan yang terbaik bagi rakyat.

“Perkara tugas, saya yakin semua ini sudah tahu. Kita tinggal silaturahminya, doa bersama kita yang penting. Dulu saya Pangdam, kami selalu kejar-kejar Gubernur (mengajak duduk bersama). Bahkan saya pernah dimasakkan mie instan sama Danlantamal. Itu biasa kita lakukan (silaturahmi), dan ke depan Insya Allah tidak putus,” tegas Edy Rahmayadi.

Selain itu, Edy juga menyinggung soal kesiapan pelayanan publik seperti antisipasi pemadaman listrik. Karena kondisi seperti itu kerap terjadi dan membuat rakyat mengeluh, terlebih lagi saat perayaan hari besar keagamaan maupun ibadah.

Sementara dari unsur pendukung selain pengamanan yang akan disiapkan Kepolisian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut melalui Dinas Perhubungan (Dishub), akan diberlakukan pembatasan operasional mobil barang pada waktu tertentu seperti sepekan sebelum Natal serta Tahun Baru.

“Sedangkan untuk posko kita, akan dimulai dari 18 Desember (2019). Antisipasinya adalah libur sekolah, cuti bersama, libur Natal, libur Tahun Baru, akhir Tahun Baru hingga sepekan berikutnya sampai 8 Januari (2020),” sebut Kadis Perhubungan Sumut Abdul Haris Lubis.

Selain itu juga disampaikan, terkait kemungkinan adanya perubahan harga bahan pokok menjelang perayaan hari besar, sampai prediksi peningkatan pengunaan bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina. **